Dinyatakan Positif, Perantau asal Kalbar di Magetan Nekat Melarikan Diri dari Isolasi untuk Mudik

Kepala Bidang Pengendalian Dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Didik Setyo Margono (Foto Istimewa)
Kepala Bidang Pengendalian Dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Didik Setyo Margono (Foto Istimewa)
Prime Banner

MAGETAN – Miris dan ironis, ketika kesadaran yang rendah berbanding lurus dengan kepedulian terhadap orang lain akan penularan virus corona tidak dimiliki. Terlebih lagi, seorang pelakunya berprofesi sebagai seorang pengajar (guru/ustadz) di sebuah lembaga pendidikan di Temboro Magetan Jawa Timur.

Dalam keterangan pers yang disampaikan Satuan Gugus COVID-19 Magetan beberapa waktu lalu, pasien positif COVID-19 yang sedianya menjalani isolasi, dinyatakan hilang dari ruang isolasi pada 16 April 2020.

Setelah melakukan penelusuran, pasien tersebut merupakan warga Mempawah Kalimantan Barat. Tak ingin menjadi pembawa dan penyebar dengan dampak lebih parah, Pemkab Magetan akhirnya menghubungi Pemkab Mempawah untuk penanganan lebih lanjut.

Mengutip Republika.co, Pemerintah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat setelah menerima informasi tersebut langsung melakukan tindakan cepat. Mendatangi alamat yang bersangkutan, dan menemukan yang bersangkutan telah berada di rumahnya.

Dalam keterangan persnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengungkapkan terdapat satu pasien warga Kalbar yang Positif Covid-19 yang semula diisolasi di RSUD Kabupaten Magetan, namun berhasil kembali ke Kalimantan Barat, sehingga pihaknya segera mengambil tindakan.

“Jadi, ada seorang laki-laki umur 38 tahun yang merupakan warga Mempawah, namun selama ini mengajar di salah satu Pondok Pesantren di Temboro, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan hasil rapid test, pria ini diketahui reaktif Covid-19 dan dilakukan tes swab PCR dan hasilnya positif Covid-19,” kata Harisson di Pontianak, Rabu (22/04/2020).

Dia menjelaskan, karena terkonfirmasi positif, pasien ini kemudian di isolasi di Magetan. Dan tidak tahu bagaimana pada tanggal 16 April pria ini bisa pulang ke Kalbar dengan menggunakan pesawat dari Surabaya ke Pontianak.

Diketahui, saat pulang pria ini bersama istrinya 28 tahun dan seorang anak berumur 5 tahun dengan tempat duduk di pesawat berada di kursi 25 F, 25 E dan 25 D. Sesampainya di bandara Supadio mereka langsung pulang ke Mempawah.

“Baru tadi pagi saya mendapatkan pemberitahuan dari Dinkes Kabupaten Magetan yang menyatakan ada satu pasien kasus konfirmasi Covid-19 yang pulang ke Pontianak tanpa izin. Mendapatkan informasi itu, saya langsung menghubungi Dinkes Mempawah dan dari pemerintah Mempawah langsung melakukan penjemputan kepada lelaki tersebut,” tuturnya.

Saat ini laki-laki tersebut sudah berada di ruang isolasi RSUD Rubini Mempawah, sedangkan di rumahnya ada sembilan orang termasuk laki-laki tersebut. Dinkes Mempawah kemudian melakukan isolasi secara ketat di rumahnya dan dijaga oleh petugas Puskesmas dan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 di kecamatan.

“Rencananya besok Dinkes Mempawah akan melakukan Rapid Test terhadap delapan anggota keluarga laki-laki tersebut,” katanya.

Dirinya juga mengingatkan kepada masyarakat yang pulang dari Surabaya pada tanggal 16 April menggunakan pesawat Citylink diharapkan agar dapat melapor ke Puskesmas atau Dinkes kabupaten/kota masing-masing agar bisa dilakukan pemeriksaan, khususnya bagi para penumpang yang duduk berdekatan dengan lelaki ini.[]

You may also like...