Dokter yang Merawat Menhub Budi Karya Selama Terinfeksi Corona, Meninggal Dunia Juga Karena Positif Terinfeksi Corona

Feature Image Dokter yang Merawat Menhub Budi Karya Selama Terinfeksi Corona, Meninggal Dunia Juga Karena Positif Terinfeksi Corona (Foto Istimewa)
Feature Image Dokter yang Merawat Menhub Budi Karya Selama Terinfeksi Corona, Meninggal Dunia Juga Karena Positif Terinfeksi Corona (Foto Istimewa)
Prime Banner

JAKARTA – Kabar duka kembali berhembus dari profesi Kedokteran Indonesia. Sebagai pejuang yang berada di ujung tombak memerangi wabah virus corona, profesi tenaga medis, baik Dokter, Perawat, maupun staf rumah sakit pada umumnya, termasuk rawan.

Hingga Sabtu, (04/04/2020) ada sebanyak 25 dokter yang meninggal dunia selama merawat pasien Covid-19. Daftar itu beredar di kalangan dokter dan tenaga kesehatan. Kali ini, menyusul satu lagi, seorang dokter yang juga mengalami nasib yang sama, meninggal dunia karena positif terinfeksi virus corona.

Adalah dokter Ketty Herawati Sultana, dokter yang sempat merawat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, meninggal dunia. Hasil tes swab menyatakan dia positif virus Corona.

“Dokter Ketty bagian dari tim dokter di RS Medistra yang ikut merawat Menhub waktu itu sebelum dirujuk ke RSPAD,” kata Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Abdul Halik Malik dilansir dari Detik.com Minggu (05/04/2020).

Sebagaimana diketahui, Menhub Budi Karya sempat dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta. Kemudian, Budi dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jalan Abdul Rahman Saleh, Jakarta.

Halik mengatakan dr Ketty adalah alumni Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya yang bekerja di Rumah Sakit Medistra. Dia adalah anggota IDI cabang Tangerang Selatan.

“Usia beliau 60 tahun,” kata Halik.

PB IDI berharap masyarakat dan pemerintah semakin memperkuat solidaritas untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Bila masyarakat bertekad untuk menjaga diri dari COVID-19 juga bersedia melakukan asesmen mandiri apakah perlu mengisolasi diri atau dirawat di rumah sakit, maka situasi akan lebih baik. Bila penularan COVID-19 berkurang, tenaga medis juga bisa lebih ringan dalam bertugas.

“Beberapa rumah sakit memang tidak kita pungkiri ada tenaga kesehatan yang terpapar. Itu sudah ada yang dirumahkan atau diisolasi. Di tempat dr Ketty-pun demikian, juga dokter-dokter lain yang sudah gugur,” kata Halik.

Sebelumnya, dr Ketty sempat dirawat di RS Medistra selama tujuh hari. Hasil tes swab menyatakan dia positif COVID-19. IDI turut berbelasungkawa atas meninggalnya dr Ketty dan dokter-dokter lainnya dalam situasi penanganan COVID-19 ini.[]

You may also like...