October 22, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dua Setengah Tahun “Dipisah” dengan Anaknya, Seorang Mantan PMI Asal Ponorogo Pilih Mengakhiri Hidupnya

1 min read
Prime Banner

PONOROGO – Nasib naas menimpa keluarga pekerja migran Indonesia asal Desa Padas, Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo. Tidak ada yang menduga, Mariana (29), mantan PMI Singapura asal Rt 02/02 Dukuh Dungulan Desa Bungkal Kecamatan Bungkal didapati orang tuanya dalam kondisi kritis lantaran minum racun tikus.

Kronologi dari peristiwa ini bermula saat Tugiyem (62) ibunda Mariana secara tidak terduga, mendapati Mariana yang tergeletak di dalam kamarnya dalam kondisi sekarat disertai mengeluarkan busa dari mulutnya. Tugiyem yang kaget, berteriak histeris meminta tolong.

Mariana sempat diminumi air kelapa sebagai upaya pertolongan darurat sebelum dilarikan ke Puskesmas setempat. Namun reaksinya justru muntah dan semakin banyak mengeluarkan busa dari mulutnya.

Untung tak dapat diraih, naas tak dapat dihindari, dalam perjalanan ke Puskesmas, Mariana meninggal dunia.

Menurut keterangan Kepolisian Sektor Bungkal, Mariana merupakan salah satu pasien Dokter Jiwa. Pasalnya, Mariana divonis menderita baby blues usai melahirkan anaknya 2,5 tahun silam.

Keluarga dan warga yang awam, menyebut Mariana menderita gangguan jiwa.

Karena hal tersebut, Mariana harus terpisah dengan buah hati yang dilahirkannya. Sejak dilahirkan sampai dengan peristiwa ini terjadi pada Jumat (16/10/2020), Mariana tidak bisa mengasuh anaknya, lantaran dititipkan di keluarga mertuanya.

Kondisi Mariana dibuktikan dengan secarik kartu berobat dan sebungkus obat yang dikeluarkan oleh klinik Poli Jiwa.

Diketahui, Mariana merupakan mantan pekerja migran Singapura. Sedangkan suaminya saat ini masih berstatus menjadi pekerja migran di Korea.

Sejak menikah, suami melarang Mariana bekerja, dan mengarahkan Mariana agar dirumah saja fokus mengurusi rumah tangga. []

Advertisement

Leave a Reply