Gubernur Jatim : Mohon Bagi Perantau dan Pekerja Migran yang Terpaksa Mudik Bersedia Dikarantina

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansai (Foto Istimewa)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansai (Foto Istimewa)
Prime Banner

SURABAYA – Peristiwa yang terjadi di Grobogan Jawa Tengah, seorang PMI Hong Kong yang tidak jujur kalau dirinya baru pulang dari zona merah negara Hong Kong kemarin, menjadi catatan tersendiri bagi banyak penyelenggara penanganan dan pencegahan COVID-19. Kejujuran dan sikap kooperatif sangat penting dalam mencegah dan menangani virus corona.

Di Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa secara khusus menegaskan meminta kesediaan dan keterusterangan perantau baik lokal maupun pekerja migran yang mudik ke Jawa Timur untuk melaporkan diri, dan menjalani karantina terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.

 

Gegara Seorang PMI Hong Kong Tidak Jujur, Puluhan Pasien dan Tenaga Medis di Grobogan Jalani Tes Corona

 

Jumlah desa/kelurahan di Jaawa Timur yang memiliki ruang observasi untuk kasus Covid-19 terus bertambah. Per hari Jumat (10/4/2020), total sudah terdapat sebanyak 3.631 desa/kelurahan yang memiliki ruang observasi atau setara 47,02 persen.

Berdasarkan data tersebut, terdapat kenaikan cukup signifikan karena data sehari sebelumnya Kamis (09/04/2020), jumlah ruang observasi yang tersedia 2.527 atau setara 29,9 persen.

“Setelah kita koordinasi kemarin bersama Forkopimda Jatim, dan kabupaten/kota, kita dapat update hari ini bahwa jumlah ruang observasi yang tersedia sudah mencapi 47,02 persen, atau mencapai 3.631. Kita harap jumlah ruang observasi berbasis desa/kecamatan ini jumlahnya akan terus bertambah,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (10/04/2020) malam.

Untuk itu, Gubernur Jatim yang lekat disapa Khofifah ini menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh aparat desa maupun kelurahan yang telah menyediakan tempat untuk ruang observasi.

 

Luar Biasa, PMI Asal Kediri Berinisiatif Langsung Masuk Karantina Begitu Sampai Tanah Kelahirannya

 

Di mana, ruangan ini akan digunakan oleh para pekerja migran maupun pemudik utamanya yang datang dari daerah episentrum untuk observasi atau isolasi selama 14 hari.

“Kami mohon dengan sangat bagi para pemudik (perantau lokal maupun pekerja migran)yang baru datang untuk melakukan proses observasi atau isolasi atau karantina selama 14 hari. Ini untuk kebaikan kita, keluarga kita, serta lingkungan sekitar kita,” tutur Khofifah. []

 

You may also like...