October 21, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Jebol, Bukan dari Pedagang Sayur Magetan, Virus Corona Masuk dan Menginfeksi Tiga Warga Ponorogo dari Cluster Asrama Haji

2 min read
Feature Image Jebol, Bukan dari Pedagang Sayur Magetan, Virus Corona Masuk dan Menginfeksi Tiga Warga Ponorogo dari Cluster Asrama Haji (Foto Istimewa)

Feature Image Jebol, Bukan dari Pedagang Sayur Magetan, Virus Corona Masuk dan Menginfeksi Tiga Warga Ponorogo dari Cluster Asrama Haji (Foto Istimewa)

Prime Banner

PONOROGO – Setelah memberlakukan berbagai penutupan akses pintu masuk di seluruh perbatasan wilayah Kabupaten Ponorogo, akhirnya virus corona tetap juga masuk wilayah Bumi Reog dari jalur yang tidak disangka-sangka.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlisoni kepada awak media mengkonfirmasi kabar tersebut.

Ipong mengatakan ketiganya diduga tertular saat mengikuti kegiatan sosialisasi penyelenggaraan haji di Asrama Haji Sukolilo, Kota Surabaya pada tanggal 8 sampai 18 Maret 2020.

“Ketiganya dari klaster Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Sukolilo,” jelasnya.

Menurut Ipong, Kemenag Ponorogo mengirim 9 orang dalam pelatihan TKHI Sukolilo. Dari 9 orang tersebut, lanjut Ipong, lima diantaranya tidak ada gejala dan hasil tes negatif. Sedangkan empat sisanya ada gejala dengan hasil tes, tiga positif dan satu negatif.

Ipong menambahkan dari keempat yang ada gejala sudah ditemukan kontak dekatnya. Hasilnya ada 24 orang sudah diisolasi sejak seminggu terakhir. Dengan rincian 21 orang isolasi mandiri sedangkan tiga orang isolasi di rumah sakit.

“Tiga diantaranya sekarang statusnya sudah PDP, sudah kita swab tinggal menunggu hasilnya. Ketiga PDP ini sekarang di RSUD dr. Harjono,” papar Ipong.

Data di Dinkes Ponorogo, per 5 April 2020 pukul 18.19 WIB, ada 3 pasien positif corona, 14 orang Pasien dalam Pengawasan (PDP), 262 Orang Sakit dalam Pemantauan (ODP) dan 5801 Orang Sehat dalam Risiko (ODR).

Tiga pasien positif corona tersebut berasal dari wilayah Kecamatan Slahung, Balong dan Ponorogo Kota.

Dengan rincian, ada 259 ODP isolasi mandiri serta 3 ODP isolasi di rumah sakit. Sedangkan 6 PDP isolasi mandiri dan 8 PDP isolasi di rumah sakit.

Sedangkan 5801 ODR terdiri dari 1240 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari negara terjangkit dan 4561 non PMI dari wilayah terjangkit di Indonesia. Serta 6 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sejak beberapa waktu yang lalu, Kabupaten Ponorogo telah melakukan langkah penutupan dan pembatasan beberapa akses. Disamping menutup objek wisata Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo juga menolak masuknya pedagang sayur dari Magetan dan Madiun untuk mengantisipasi masuknya virus corona. Virus corona masuk Ponorogo melalui cluster Asrama Haji Sukolilo Surabaya yang dibawa oleh tiga ASN dari Kementrian Agama Ponorogo. []

Advertisement