Kasus Positif Corona Muncul Lagi, 860 Warga Hong Kong Jalani Pemeriksaan

Ilustrasi Foto Getty Images
Ilustrasi Foto Getty Images
Prime Banner

HONG KONG – Setelah selama tiga pekan, Hong Kong tidak menemukan kasus positif COVID-19 lokal yang baru, penemuan kasus baru setelahnya membuat otoritas Hong Kong kembali meningkatkan kewaspadaan.

Gerak cepat dilakukan mulai dari penanganan pasien serta penelusuran jejak kontak pasien.

Hasilnya, Otoritas Hong Kong akan melakukan pengetesan virus corona terhadap 860 orang yang berada di dua apartemen setelah muncul lagi laporan baru infeksi Covid-19.

Otoritas Perumahan Hong Kong mengatakan akan mendistribusikan alat sampel tes swab ke semua warga yang tinggal di dua apartemen tersebut.

Mengutip CNN, Dr Chuang Shuk-kwan dari Pusat Perlindungan Penyakit Penular Departemen Kesehatan mengatakan pengetesan kali ini bersifat sukarela bagi para penghuni apartemen.

Hong Kong kembali melaporkan adanya penularan virus corona melalui orang tanpa gejala setelah 23 hari terakhir tidak ada kasus baru.

Pemerintah mengonfirmasi seorang perempuan berusia 66 tahun yang tidak memiliki riwayat perjalanan telah terinfeksi virus corona.

Cucu perempuan tersebut, yang masih berusia lima tahun, yang tinggal satu rumah juga dipastikan terinfeksi. Sementara enam anggota keluarga lainnya telah menunjukkan gejala dan berada dalam isolasi di rumah sakit.

Munculnya penularan baru membuat pemerintah mengundurkan rencana membuka sekolah dan melonggarkan pembatasan perbatasan dengan China daratan.

Selain itu Hong Kong juga sedang mewaspadai potensi kasus-kasus baru, karena belum ada data pasti mengenai jumlah orang yang melakukan kontak dengan wanita 66 tahun di Tsuen Wan.

Selain seorang wanita dan cucunya, terdapat pula satu kasus baru yaitu seorang yang baru pulang dari Pakistan.

“Ini adalah tantangan menangani covid-19, faktanya ada begitu banyak kasus yang tidak menunjukkan gejala,” kata Lektor Kepala Universitas Hong Kong, Nicholas Thomas, dikutip dari Straits Times, Kamis (14/05/2020).

Thomas menyatakan 23 hari tanpa kasus bukan berarti tidak ada virus yang bersirkulasi di Hong Kong. Menurutnya hal tersebut akan menjadi masalah bagi negara-negara yang berusaha menyudahi lockdown dan memulai ekonomi kembali.

“Jika tujuannya hanya untuk memberantas virus, maka Hong Kong harus kembali ke mode shutdown,” ujar Thomas.

“Tetapi ini soal virus dan di sisi lain ada masalah kebutuhan ekonomi dan sosial masyarakat, untuk alasan ini tidak mungkin mencegah kembalinya kehidupan Hong Kong,” sambungnya.

Hong Kong sejauh ini menuai pujian setelah dianggap memberikan reaksi cepat untuk menghalau penyebaran Covid-19.Sejumlah langkah yang diterapkan sejak Januari mulai dari keharusan menggunakan masker hingga menutup sekolah dan perkantoran kemudian diikuti oleh negara-negara lain. []

You may also like...