October 23, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Lockdown Wuhan Dibuka, Kalangan Dokter Hong Kong Waspada Gelombang COVID-19 Ketiga

2 min read
Feature Image Lockdown Wuhan Dibuka, Kalangan Dokter Hong Kong Waspada Gelombang COVID-19 Ketiga (Foto Istimewa)

Feature Image Lockdown Wuhan Dibuka, Kalangan Dokter Hong Kong Waspada Gelombang COVID-19 Ketiga (Foto Istimewa)

Prime Banner

HONG KONG – Akses migrasi manusia dari Hong Kong ke Daratan dan sebaliknya sangatlah tinggi. Menjadi satu bagian penting yang tidak bisa tidak dilakukan, perpindahan manusia dari daratan ke Hong Kong saat ini dianggap sebagai satu kekhawatiran ditengah wabah COVID-19 melanda Negeri Bauhinia tersebut.

Tak bisa ditampik, sumber penularan virus corona dari daratan diawal wabah COVID-19 memqasuki Hong Kong memang terjadi. Selanjutnya, tak hanya dari daratan, setelah COVID-19 mewabah diseluruh dunia, pembatasan akses masuk ke Hong kong dilakukan dengan sangat ketat demi menjaga keselamatan rakyatnya agar terhindar dari wabah yang lebih parah.

Belakangan, kekhawatiran di kalangan praktisi medis, Dokter, kembali muncul setelah lockdown di Wuhan dinyatakan dibuka.

Para dokter telah memeringatkan adanya gelombang ketiga infeksi virus corona ketika kota-kota di daratan China mulai membuka lockdown.

Melansir dari South China Morning Post (SCMP), komentar itu muncul pada hari Minggu (12/04/2020) usai Wuhan, China membuka lockdwon.

“Saya khawatir tentang gelombang ketiga infeksi yang datang dari orang-orang yang tiba di Hong Kong dari China, negara itu sekarang sudah dibuka,” kata Dr Gabriel Choi Kin, mantan presiden Asosiasi Medis seperti yang dikutip SCMP.

“Jika tidak ada langkah-langkah yang diterapkan, ada kemungkinan bahwa orang yang terinfeksi dapat masuk ke masyarakat,” tambahnya.

Dilansir dari SCMP, sudah banyak orang yang tiba di Bandara Internasional Hong Kong, termasuk mereka yang telah mengunjungi provinsi Hubei dalam 14 hari terakhir.

“Keputusan politik pemerintah akan menentukan bagaimana gelombang ketiga infeksi ini dapat dicegah,” kata Choi Kin.

Pakar penyakit menular terkemuka Profesor Yuen Kwok-yung dari Universitas Hong Kong pekan lalu juga membunyikan peringatan yang sama ketika penduduk China melanjutkan pekerjaan dan memasuki Hong Kong.

Meskipun begitu, Dr Arisina Ma Chung-yee, presiden Asosiasi Dokter Umum Hong Kong menyatakan bahwa China juga masih bersiaga.

“Beberapa kota di daratan belum sepenuhnya terbuka. Kami dapat mengatakan bahwa mungkin pemerintah juga memiliki keraguan tentang langkah-langkah pengendalian pandemi,” kata Ma Chung-yee.

Ma Chung-yee menambahkan bahwa sementara jumlah infeksi baru di perbatasan telah melambat, namun kematian akibat Covid-19 terutama di provinsi Hubei, belum berhenti sepenuhnya.

Profesor David Hui Shu-cheong dari Universitas China mengatakan, lebih banyak waktu diperlukan untuk mengamati apakah putaran baru wabah akan menghantam daratan saat Wuhan membuka lockdown.

Oleh karena itu, Kepala rumah sakit umum di Pulau Timur Hong Kong Dr Luk Che-chung mendesak warga untuk tetap waspada. “Seseorang tidak bisa membiarkan dirinya lengah dalam setiap aspek kehidupan,” kata Luk Che-chung.

Sementara itu, agen perjalanan WWPKG mengumumkan pada hari Minggu (11/04/2020) bahwa mereka akan membatalkan semua tur sampai 19 Juni. Mereka mendapat kecaman karena mengatur paket lima hari ke Shanghai, Hangzhou, dan daerah terdekat di daratan untuk bulan Mei.[]

Advertisement