Meski Bupatinya “Kesandung” KPK, Cirebon Bisa Persembahkan Ini Untuk PMI

Prime Banner

CIREBON – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon meluncurkan Sistem Informasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Berbasis Online. Kepala Disnakertrans Kabupaten Cirebon Drs Abdullah Subandi MSi mengatakan, manfaat sistem informasi berbasis online di antaranya agar masyarakat bisa memilih informasi berkaitan dengan lowongan kerja di luar negeri.

Melalui inovasi sistem itu juga bisa mencegah kasus penipuan maupun calo tenaga kerja.

“Manfaatnya, masyarakat tidak salah memilih dan tertipu calo. Masyarakat bisa mengetahui negara mana yang menjadi tujuan bekerja. Seperti Hongkong, Singapura, Malaysia atau Taiwan. Kemudian bagi PJTKI, bisa meng-uploud sendiri calon TKI-nya. Jadi, bisa menghemat biaya saat meminta rekomendasi dari Disnakertrans,” tutur Abdullah kepada Radar Cirebon.

Dikatakannya, sistem Informasi PMI Berbasis Online bisa diakses melalui website pmionline.disnakertrans.cirebonkab.go.id. Menu website itu meliputi berita, informasi calon PMI, persyaratan, jenis pekerjaan, sektor usaha, profil negara penempatan, daftar PPPMI di Kabupaten Cirebon sebanyak 54 perusahaan, dan di luar Kabupaten Cirebon 16 PPPMI.

Menurutnya, ada 4 desa di Kabupaten Cirebon yang masuk program desa migran produktif atau desmigratif. Yakni, Desa Wiyong Kecamatan Susukan, Desa Rawaurip Kecamatan Pangenan, Desa Kerasura dan Grogol Kecamatan Kapetakan.

“Desa Wiyong dan Rawaurip program pemberian pelatihan skill telah berjalan. Saat ini kami tengah fokus untuk Desa Kertasura dan Grogol yang masuk program desmigratif pada tahun depan,” kata Abdullah.

Ada para petugas desmigratif yang diterjunkan ke masyarakat. Petugas ini bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam menyampaikan proses migrasi untuk bekerja di luar negeri yang aman dan sesuai prosedur.

“Sebagai pusat bimbingan, penyuluhan dan konsultasi di desa, para petugas desmigratif adalah ujung tombak pemerintah dalam melindungi pekerja migran indonesia (PMI/TKI) dari proses migrasi yang berisiko tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, desmigratif merupakan program yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk melakukan koordinasi, pendekatan, dan penanganan secara langsung ke desa-desa kantong PMI. Program ini bertujuan untuk melindungi PMI dan keluarganya yang akan dan setelah bekerja dari luar negeri melalui empat pilar utama. Adapun empat pilar utama tersebut adalah pusat layanan migrasi, kegiatan usaha produktif, community parenting, dan pembentukan koperasi desmigratif.

Ditambahkannya, peranan petugas desmigratif sangat dibutuhkan untuk menghindarkan calon pekerja migran dan keluarganya dari proses migrasi yang non prosedural, berisiko tinggi, dan perdagangan orang.

“Bekerja di dalam negeri atau luar negeri itu adalah pilihan. Namun, pemerintah perlu memastikan apapun yang dipilih rakyat itu bisa dilakukan secara aman dan sesuai peraturan yang ada. Sehingga, terhindar dari migrasi yang tidak aman atau berisiko tinggi. Dengan desmigratif, para purna PMI juga bisa memiliki skill karena kita latih mengenai segala potensinya,” tandas Abdullah.

Petugas desmigratif Desa Wiyong Kecamatan Susukan Sukirno mengaku terbantu dengan langkah Dinakertrans meluncurkan PMI online.

“Bagus, sangat membantu buat masyarakat. Khususnya Kabupaten Cirebon untuk peluncuran sistem informasi online. Sangat membantu kita. Bisa lihat data-data yang berangkat, kena musibah, kalau pulang kita bisa langsung online. Sangat mendukung sekali,” paparnya.

Pasca mengikuti sosialisasi peluncuran sistem informasi PMI secara online, kemudian akan ditindaklanjuti ke tingkat desa. Menurutnya, data PMI asal Desa Wiyong sebanyak 300 orang ke negara Taiwan, Hongkong, Jepang Malaysia, Singapura serta Korea. Dominasi bekerja sebagai penatalaksana rumah tangga ke Taiwan. [via/JPNN]

You may also like...