Prime banner

CAUSEWAY BAY – Patung lilin Presiden Joko Widodo yang menjadi koleksi Madame Tussauds Hong Kong, berganti baju dari semula kemeja putih yang merupakan ciri khas Jokowi berganti dengan kemeja batik.

”Tanggal 12 Agustus lalu, patung lilin Presiden Jokowi memang berganti mengenakan batik. Sebelum patung ditinjau langsung oleh Bapak Presiden, istana sudah menyiapkan beberapa pakaian. Ada dua batik, dua celana, dan dua pasang sepatu,” ungkap Konjen Tri Tharyat kepada Apakabar Plus, Senin (21/8).

 

Baca : [ Ini Agenda Presiden Jokowi di Hong Kong ]

 

Konjen mengaku sudah mendiskusikan ihwal penggantian baju Presiden itu dengan pihak museum, yang berlokasi di kompleks Peak Tower tersebut. ”Harapan kami, pakaian tersebut bisa diganti secara bergilir. Kenapa? Pertama, batik sudah menjadi bagian dari promosi budaya Indonesia. Kedua, batik sudah menjadi warisan budaya UNESCO. Ketiga, satu kesempatan yang sangat berharga untuk menjadikan patung Bapak Presiden sebagai promosi kebudayaan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Tri Tharyat, sebelum penggantian busana dilakukan, dirinya juga sudah berkonsultasi dengan Presiden terkait konsep penggantian batik. ”Dalam konsultasi tersebut, Bapak Presiden menyetujui konsep penggantian batik. Kebetulan, saya lebih dulu ke museum sebelum dibuka untuk umum,” tambahnya.

 

Baca : [ Presiden Jokowi Juga Bagi-Bagi Sepeda untuk PMI Hong Kong ]

 

Masih kata Konjen Tri, ada kemeja batik lain yang belum dipakai. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada ide lain, tetapi intinya patung tersebut tetap dengan pose yang merupakan pilihan Presiden sendiri.

”Posenya bukan menunjukkan orang yang sedang berdiri atau sedang duduk. Meskipun posenya berdiri, juga bukan berdiri untuk difoto, melainkan pose orang yang sedang menyingsingkan lengan baju untuk bekerja,” jelasnya.

Di belakang patung lilin Jokowi, terpasang layar LED yang menampilkan foto-foto objek wisata andalan Nusantara, seperti Borobudur, Bali, dan Monas. ”Untuk slide, sementara masih dalam proses, mengingat ruangannya kecil. Saya sudah bicara dengan pihak museum, patung tersebut nanti akan sedikit digeser dengan latar belakang lebih besar agar layarnya cukup,” tutur Tri.

Lewat penggantian busana dan penggeseran lokasi patung, dari sisi keindahan juga tidak mengganggu. ”Kami terus berkoordinasi dengan kantor pusat di Jakarta mengenai layar ini. Sementara, ini dulu kita pakai,” jelas Konjen Tri. (hanna)

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner