Prime banner

NGANJUK – “Yang ditulis Apakabaronline.com tidak salah, tapi tidak lengkap dan hanya sepotong. Karena terlanjur ketahuan media, lebih baik saya jelaskan duduk kejadian yang sebenarnya, supaya tidak diseret-seret kesana sini” tutur SN, suami PMI Hong Kong yang saat tiba di juanda kemarin sempat membuat heboh.

Beberapa jam setelah artikel kedatangan PMI Hong Kong diunggah dan beredar di kalangan pembaca, melalui tetangganya, SN mendapat informasi dan membaca seluruh isinya. Menyikapi pemberitaan tersebut, SN tergerak memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan salah paham.

Sampai Juanda, PMI Hong Kong Asal Nganjuk Dijemput 2 Pria Yang Sama-Sama Mengaku Suami

“Saya dan istri saya itu sudah lama didera masalah. Sejak sebelum berangkat ke Hong Kong tahun 2009, istri saya pernah menggugurkan kandungan saat saya tinggal kerja di Malaysia. Dia hamil dengan orang lain. Padahal, anak kami yang bernama FT waktu itu usianya belum genap 2 tahun. Melihat hal itu, saya langsung pulang kampung seterusnya, tidak lagi kerja jauh karena saya berpikiran, sebagai suami, saya harus selalu ada untuk istri. Supaya rumah taangga kami tidak diganggu orang” papar SN mengawali penuturannya.

SN menyatakan, keberangkataan istrinya ke Hong Kong, dilakukan secara diam-diam tanpa seijin dan sepengetahuan SN sebagai suami. Padahal, sehari-hari SN pulang ke rumah. Keberangkatan YT istri SN ke Hong Kong diketahui setelah hampir 4 bulan YT menghilang dari rumah. YT ditemukan SN berada di sebuah penampungan PPTKIS di wilayah Kota Malang.

“Mau membawa pulang istri saya, pihak PT minta uang tebusan 15 juta, saya yang sehari-hari hanya menjadi sales makanan kecil keliling kawasan Nganjuk Kediri, tentu tak mampu menebus nilai 15 juta. Apa daya, saya pasrah sembari mengingatkan istri saya, agar 2 tahun saja di Hong Kong” tutur SN.

Setelah YT terbang ke Hong Kong pada awal Januari 2010, YT tidak pernah menghubungi siapapun keluarganya di Prambon Nganjuk, baik kedua orang tua YT, kedua Mertua YT, SN sebagai suami YT, terlebih lagi FT anak laki-laki sematawayang mereka yang saat ditinggal YT ke Hong Kong pada awal 2010 masih berusia 2 tahun 7 bulan.

“FT anak saya setiap hari nangis mencari ibunya. Saat kami temukan di penampungan PJTKI, pihak PT malah seperti melarang saya mempertemukan FT dengan ibunya. Katanya nanti mengganggu proses ke Hong Kong” imbuh SN.

Berjam-Jam Ditunggu Suami Di Bandara, BMI Cantik Asal Blitar Ini Ternyata …

“Sejak saya mengetahui istri saya telah terbang, sampai saat saya ketemu di Bandara kemarin, tidak pernah sekalipun istri saya mau berkomunikasi dengan siapapun di rumah. Aneh kan ?” lanjut SN.

7 tahun kehilangan jejak istrinya, berbagai upaya dilakukan SN dengan bantuan beberapa teman. Termasuk sesama PMI Hong Kong yang dikenal SN dan mengetahui apa yang sedang SN alami. Hasilnya, pertemuan di Bandara Juanda pada Kamis (22/12) kemarin, merupakan hasil dari kepedulian teman-teman yang dikenal SN membantu mempertemukan SN dan anaknya dengan YT.

“Kata beberapa teman-teman, istri saya itu sebenarnya selama bekerja di Hong Kong sejak tahun 2010, sudah dua kali pulang ke Indonesia. Tapi tidak satupun keluarga mengetahui kemana pulangnya. Ke rumah kami tidak, ke mertua saya tidak, ke keluarga lain juga tidak” lanjutnya.

“Puncaknya ya malam Jum’at kemarin itu mas, setelah saya mendapat informasi dari Hong Kong, saya langsung mempersiapkan diri untuk ke Bandara sesuai dengan petunjuk yang saya dapatkan. Awalny saya mau berangkat sendiri, tapi anak saya tanpa sengaja mendengar rencana tersebut saat saya sedang membahasnya dengan kedua mertua saya. Dia memaksa mau ikut. “ imbuhnya.

SN mengaku sempat kebingungan menemukan istrinya, sebab dalam kerumunan pengunjung Bandara yang berjubel, dia hanya berbekal sebuah foto terkini istrinya kiriman dari teman di Hong Kong. Namun, pada akhirnya, SN berhasil menemukan istrinya dan memilih menyapa istrinya setelah menepi dari kerumunan.

“Saat saya sapa, dia kaget setengah mati mas. Namun untukn ya dia tetap mengenali saya dan tidak seperti dalam bayangan saya sebelumnya, kalau dia akan tidak mengenali saya. Saya bahkan disarankan beberapa saudara yang wawasannya luas, agar jangan sampai lupa membawa buku nikah dan beberapa dokumen pendukung, khawatir kalau-kalau terjadi sesuatu. “ tuturnya.

Namun naas bagi SN, meskipun istrinya tetap mengenali SN saat disapa, reaksi YT justru bukan menunjukkan perasaan kangennya bertemu suami. YT, menurut pengakuan SN justru memaki dan menyuruh pergi.

Sadar Ditinggal Ibunya, Anak Seorang BMI Menangis Histeris

“Dia bilang ‘nyapo kowe mrene’, lalu dia menyuruh saya pergi jauh tidak usah menemuinya lagi. Pas saya tanya kenapa sebabnya, tiba-tiba istri saya malah meludahi muka saya didepan anak kami. Bahkan, tak hanya itu, anak kami juga didorong ke belakang oleh istri saya sampai anak kami terjungkal. Spontan, saya menampar muka istri saya. Dan saat itulah tiba-tiba, ada seorang laki-laki yang datang ke tengah-tengah kami, dan mengaku sebagai suami dari istri saya. Sekalian saya tonjok muka laki-laki tersebut. Beruntung usai pukulan pertama menimpa wajahnya, kami telah dilerai banyak orang” kenang SN.

“Yang saya pikirkan itu, kejiwaan anak saya mas, termasuk selama ini saya kekeh mempertahankan istri saya karena saya tidak ingin jiwa anak saya terluka. Anak saya tidak salah apa-apa. Selain itu, juga saya mempertimbangkan hubungan sillaturrahmi dua keluarga yang telah terjalin baik. Tapi dengan peristiwa kemarin, hasil sholat istikharah saya mendorong saya untuk menceraikan istri saya demi kebaikan masa depan anak saya” tegas SN.

“Biarlah saya hidup berdua dengan anak saya, dengan bekerja menjadi sales makanan kecil, alhamdulilah hasilnya cukup untuk makan dan membiayai masa depan anak saya. Semoga setelah ini, saya, dan terutama anak saya menjadi tenang pikirannya supaya bisa serius sekolah, belajar dan berjuang untuk masa depan” pungkas SN

Sampai saat berita ini diturunkan, keluarga di Prambon Nganjuk tak satupun yang mengetahui kemana YT pergi setelah meninggalkan Juanda. Sebab, di Prambon, tidak satupun yang mengetahui kehadirran YT. Dalam pesannya, SN berharap kepada pembaca, agar pengalaman getir yang menimpa rumah tangganya ini bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang agar tidak menimpa pasangan lainnya.  [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner