Polisi : Demonstran Hong Kong Gunakan Bom Rakitan Untuk Melawan

Prime Banner

HONG KONG – Bom rakitan ditemukan di tengah tengah maraknya unjuk rasa di Hong Kong. Polisi Hong Kong mengatakan ini pertama kalinya terjadi di demonstrasi massa pro demokrasi yang sudah terjadi 4 bulan terakhir.

Bom itu dikontrol secara penuh oleh telepon genggam dan meledak ketika sebuah mobil polisi melaju melewati para petugas yang tengah membersihkan sisa kerusuhan di Mong Kok, Minggu (13/10/2019).

“Untuk pertama kalinya selama kerusuhan sosial ini, kami menyita bom rakitan,” kata Wakil Komisaris Polisi Hong Kong Ping Keung, dikutip CNA, Senin (14/10/2019).

“Bom itu meledak hanya 2 meter hingga 3 meter dari mobil polisi,”.

Dikatakannya kemungkinan bom rakitan dibuat untuk menargetkan petugas. Polisi mengatakan mengutuk tindakan berbahaya ini.

Seorang polisi penjinak bom Suryanto Chin mengatakan bom rakitan yang ditemukan itu memuat beberapa bahan yang bermuatan ledak tinggi. Meski demikian tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Demonstrasi terus memanas di Hong Kong. Demo awalnya dipicu RUU Ekstradisi namun kini terus bergulir sebagai upaya pemisahan diri dari China.

Unjuk rasa yang dimotori kelompok muda, juga gencar meminta bantuan asing untuk membantu aksi mereka. Antara lain, AS, Inggris dan Jerman.

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping menegaskan akan menghancurkan hal-hal yang membuat China terpecah belah. Ini ditegaskannya saat melakukan kunjungan ke Nepal.

“Siapa pun yang mencoba untuk memecah Cina di bagian mana pun, di negara itu akan berakhir dengan tubuh dan tulang yang hancur,” katanya dikutip dari Reuters.

Sebelumnya 12.000 tentara China dikabarkan sudah disiagakan ke Hong Kong. Namun hingga saat ini aksi militer belum digunakan di kota bekas koloni Inggris itu.

Demo membuat Hong Kong terancam resesi. Pertumbuhan ekonomi di pusat keuangan global itu bahkan dipercaya hanya akan 0% bahkan minus. []

 

You may also like...