Sillaturahmi Semakin Mudah, Kini Facebok Luncurkan Fitur Video Call Untuk Maksimal 50 Orang

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Ditengah wabah pageblug COVID-19, berbagai keperluan terkait dengan pertemuan-pertemuan penting hingga sekedar pertemuan pengobat rindu, perlahan tergantikan dengan pertemuan virtual melalui layanan canggih dunia informatika.

Sosial media, yang sebagian besar manusia di muka bumi ini telah menggunakannya menjadi sarana menggantikan pertemuan-pertemuan.

Beberapa waktu tahun lalu, Whatsapp mengumumkan telah memanjakan penggunanya dengan fitur video call dengan kapasitas empat peserta.

Kini, Facebook, sebagai salah satu raksasa sosial media dunia mengunggulinya dengan meluncurkan aplikasi Messenger Room video call dengan kapasitas maksimum 50 peserta.

Mengutip CNN, Messenger Room bisa diikuti sebanyak 50 partisipan untuk rapat maupun belajar virtual, atau sekadar mengobrol dengan teman atau keluarga tanpa batasan waktu.

“Anda dapat mengundang siapa saja untuk melakukan panggilan video, meskipun teman atau keluarga Anda tidak memiliki akun Facebook. Nantinya Messenger Room akan segera menampung sampai 50 orang partisipan tanpa batas waktu,” tulis perwakilan Facebook dikutip laman resminya oleh CNN.

Ketika seseorang yang menjadi host atau pengundang hendak mengadakan suatu pertemuan, undangan bisa langsung dikirim ke laman News Feed dan Groups&Events pada aplikasi Facebook.

Dikutip dari Venture Beat, ke depannya perusahaan yang digawangi Mark Zuckerberg ini bakal mengintegrasikan Facebook Room dengan Instagram Direct, WhatsApp, dan Portal.

Wakil Presiden Facebook untuk layanan Messenger, Stan Chudnovsky, mengklaim bahwa Messenger Room sebetulnya telah lama dikerjakan sebelum wabah corona SARS-Cov-2 (Covid-19) — yang mendorong banyak bekerja dari rumah sehingga membutuhkan teknologi seperti video call untuk berkoordinasi.

“Kami telah mengerjakan Messenger Room jauh sebelum virus corona. Kami sudah meluncurkan layanan ini semenjak empat tahun lalu untuk pengguna kami yang tinggal di Kanada dan Australia,” tegas Chudnovsky.

Langkah Facebook ini dinilai untuk menyaingi layanan konferensi video lain, seperti Zoom, yang memang namanya meroket di tengah pandemi virus corona.

Namun, Zoom kini menghadapi sejumlah masalah terkait keamanan data karena disebut diam-diam mengirimkan data ke Facebook tanpa sepengetahuan pengguna.

Layanan yang dipimpin CEO Eric Yuan itu dalam kebijakan privasinya tidak mencantumkan akan praktik berbagi data kepada Facebook. Setelah aplikasi diunduh dan digunakan di ponsel atau tablet, aplikasi Zoom sendiri bakal terhubung ke Facebook Graph API. []

You may also like...