Tak Terima Disebut “Bajingan” Oleh Ketua BP2MI, Ratusan Sponsor PJTKI Nyatakan Sikap Bersama

Prime Banner

INDRAMAYU – Sponsor atau PL dari sebuah PPTKIS sejatinya merupakan ujung tombak seorang calon pekerja migran bisa ditempatkan ke negara penempatan hingga benar-benar menjadi pekerja migran. Tidak sedikit, para sponsor atau PL memiliki latar mantan pekerja migran yang telah purna.

Keberadaan Sponsor sangat masiv dan menjadi bagian penting dari hidup dan matinya sebuah PPTKIS lantaran ibarat  berjualan produk, Sponsor atau PL merupakan tenaga marketing di garda depan.

Jaman telah berubah, ketergantungan terhadap peran sponsor maupun PL diupayakan putus, calon PMI diharapkan datang sendiri ke PPTKIS untuk mendaftarkan diri. Namun kenyataannya, hingga sekarang, peran sponsor atau PL tetap menjadi bagian penting dari sebuah PPTKIS.

Berdasarkan pengamatan penulis yang pernah menyamar menjadi sponsor beberapa PPTKIS selama enam tahun lamanya, perjalanan panjang posisi dan peran sponsor tidaklah merupakan profesi pencari keuntungan semata. Sebagian mereka ada pula yang memiliki kepedulian dan integritas tinggi.

Perhatian mereka terhadap “anak” (sebutan untuk calon PMI yang dibawa masuk oleh sponsor) tidak sedikit yang benar-benar memperhatikan, mengawal, bahkan menjaga sampai dengan si calon PMI benar-benar sukses mendapatkan gaji dan bisa dinikmati keluarga mereka di kampung halaman.

Perjalanan demikianlah kiranya yang membuat kalangan sponsor tersinggung saat ketua BP2MI Benny Rhamdani menyebut Sponsor atau PL adalah orang-orang bajingan.

Mengutip Tribun Cirebon, imbas dari pernyataan Benny, ratusan PL atau sponsor rekrutment Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari wilayah Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Subang menuntut Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani dipecat dari jabatannya.

Koordinator PJTKI Wilayah Indramayu, Wiryoto mengatakan, para sponsor merasa kecewa dan sakit hati dengan ucapan tersebut.

“Saya mewakili rekan-rekan semua, ini harus menjadi catatan bagi orang-orang yang telah mencaci dan menjatuhkan martabat seseorang,” ujar dia saat menggelar pertemuan di Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, Selasa (30/06/2020).

Wiryoto menegaskan, para PJKTI tidak terima dan tidak mau disamakan dengan binatang dengan sebutan bajingan tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar Benny Rhamdani mempertanggungjawabkan perkataannya dengan mundur dari jabatan sebagai Kepala BP2MI.

Sebelumnya, video Kepala BP2MI yang menyebut para sponsor adalah orang-orang bajingan viral di media sosial. Hal ini yang memicu kemarahan dari para sponsor.

Dalam pidatonya tersebut, Benny Rhamdani mengatakan, banyak PMI yang merasa keberatan dengan pemotongan gaji setiap bulannya yang diminta oleh para sponsor.

Ia pun mengatakan untuk tidak menyebut para penyalur kerja ke luar negeri itu dengan sebutan sponsor karena terlalu terhomat.

“Saya sudah perintahkan seluruh jajaran sponsor itu terlalu terhormat, praktek mereka calo. Mereka orang-orang bajingan,” ujar dia. []

You may also like...

Leave a Reply