Tidak Ada Istilah Terlambat, Pengusaha-Pengusaha Sukses Berikut ini Memulai Usahanya Saat Usia Sudah Kepala Empat

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Biasanya cerita pengusaha Sukses dimulai sejak usia muda. Sebut saja pendiri Gojek Nadiem Makarim, atau dari Bukalapak yaitu Achmad Zaky.

Namun dalam Bisnis tak ada kata terlambat, nyatanya beberapa orang Sukses di luar sana juga memulai bisnisnya justru pada umur 40 tahun.

Dilansir dari laman CNBC, berikut ini beberapa pengusaha luar yang Sukses di Usia 40 Tahun.

 

  1. Vera Wang

Mungkin bagi kalangan pecinta fashion nama Vera Wang sudah sangat familiar. Vera sendiri merupakan perancang gaun ternama, yang sudah merambah dunia internasional. Saat ini, karyanya kerap kali digunakan oleh selebriti papan atas Hollywood.

Vera Wang memulai Bisnis di bidang fashion ini di Usia 40 Tahun. Awalnya, Ia bercita-cita menjadi seorang pemain ice skating. Bahkan, ia sempat mengikuti perlombaan US Figure Skating Championships pada tahun 1968.

Sayangnya Vera gagal dalam perlombaan ini, hingga akhirnya memutuskan untuk banting setir masuk ke dalam dunia fesyen.

Setelah usai menempuh pendidikan di Sarah Lawrence College, ia direkrut menjadi editor di majalah Vogue. Hal tersebut ditekuninya selama 17 tahun, kemudian pada tahun 1987 dirinya memilih memutuskan untuk keluar dan bergabung dengan Ralph Lauren selama 2 tahun.

Saat usianya genap 40 tahun, Vera memutuskan untuk keluar dari Ralph Lauren. Ia memilih untuk mencoba membuat gaun pernikahan dengan label namanya sendiri. Siapa sangka, Bisnis yang dimulainya di Usia 40 Tahun ini berakhir Sukses. Gaun buatannya dikenal dan disukai oleh banyak selebriti papan atas.

 

  1. Henry Ford

Siapa yang tak tahu mobil Ford yang menjadi kendaraan ikonik asal Amerika Serikat. Henry Ford yang merupakan pendiri Ford, memulai bisnisnya saat berusia 45 ketika dengan mobil Model T-nya diperkenalkan kepada publik pada tahun 1908.

Desain, praktik kerja, dan teknik pemasaran brilian Ford mengubah industri mobil dan menciptakan Bisnis Ford Motor Company.

 

  1. Henry Nestle’ class=’related-tag’>Nestle

Henry Nestle’ class=’related-tag’>Nestle, pendiri dari Nestle’ class=’related-tag’>Nestle. Perusahaan yang memproduksi susu kental manis, bubur bayi, dan masih banyak lagi.

Henry adalah seorang ahli kimia yang lahir di Jerman, dan tinggal di Swiss. Saat itu, di Swiss banyak bayi yang meninggal akibat ibunya tidak mampu memberikan ASI.

Permasalahan ini, memicu Henry Nestle’ class=’related-tag’>Nestle untuk melakukan sebuah penelitian agar dapat menemukan makanan pendamping, bagi bayi yang berkekurangan gizi. Hasil penelitiannya ini berhasil, dan bisa digunakan untuk menyelamatkan banyak nyawa bayi.

Pada tahun 1874, Nestle’ class=’related-tag’>Nestle menciptakan susu kental manis. Produknya ini bersaing dengan perusahaan serupa, yaitu Anglo Swiss.

Inovasi tiada henti, membuat Nestle’ class=’related-tag’>Nestle berhasil menciptakan susu kental manis rasa cokelat. Penemuan barunya ini, membuat Anglo Swiss memutuskan untuk juga bergabung ke dalam perusahaan Nestle’ class=’related-tag’>Nestle. Ia berhasil meraih kesuksesannya ini tepat di usia ke 52 tahun.

 

  1. Kawasaki Shozo

Kawasaki Shozo, adalah pendiri dari Kawasaki Heavy Industries, perusahaan manufaktur dari Jepang yang memproduksi motor, kapal, robot, alat berat, dan masih banyak lagi. Namun siapa sangka jika Kawasaki mendirikan perusahaannya ini ketika sudah berusia 59 tahun.

Lahir dari keluarga penjual kimono, menuntun Kawasaki untuk juga berjualan kimono di usianya yang saat itu masih 17 tahun. Ia mencoba menawarkan kimono jualannya ini ke luar kota Nagasaki.

Berhasil mendapat pesanan dari Osaka, namun ia menerima kabar bahwa kapal yang mengangkut barangnya ini tenggelam akibat badai. Hingga akhirnya, dirinya memutuskan untuk bergabung dengan sebuah perusahaan gula di tahun 1869.

Banyaknya kasus hancur dan tenggelamnya kapal akibat badai laut, membuat Kawasaki memiliki ketertarikan untuk mempelajari hal tersebut. Sampai akhirnya, ia juga mempelajari teknologi membuat kapal dari Amerika dan Eropa, yang ia percaya lebih kuat dari teknologi buatan Jepang.

Hingga akhirnya, pada tahun 1876, dibantu dengan sahabatnya, Kawasaki mendirikan Kawasaki Tsukiji. Kemudian berganti nama menjadi Kawasaki Heavy Industries saat ia meninggal. []

You may also like...