Usai Jemput Santri di Klaster Temboro, Seorang Sopir Sesak Napas, Kemudian Meninggal Dunia di Exit Tol Dumpil Madiun

Feature Image Usai Jemput Santri di Klaster Temboro, Seoranvg Sopir Sesak Napas, Kemudian Meninggal Dunia di Exit Tol Dumpil Madiun (Foto Istimewa)
Feature Image Usai Jemput Santri di Klaster Temboro, Seoranvg Sopir Sesak Napas, Kemudian Meninggal Dunia di Exit Tol Dumpil Madiun (Foto Istimewa)
Prime Banner

MADIUN – Peristiwa tersebut berlangsung cepat. Seorang sopir mobil rental bernama Sumaji, kedapatan meninggal dunia dalam perjalanan mengantarkan penumpangnya yang dia jemput dari kawasan Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro.

Informasi yang berhasil dihimpun ApakabarOnline.com dari lapangan, saat mobil masih berada di Temboro menjelang akan berangkat menuju Jombang, Sumaji mengaku merasa sesak napas. Hasl tersebut diketahui oleh Sutiyo, wali santri yang menjemput anak dan keponakannya di Pesantren yang kini telah menjadi klaster COVID-19 tersebut.

Setelah situasi memungkinkan, sesak napas mereda, mereka bergegas melanjutkan perjalanan menuju Jombang.

Namun naas, di pintu tol Dumpil, Madiun, saat berhenti di lampu merah, Sumaji tiba-tiba sesak nafasnya kambuh, dan tak lama kemudian tidak sadarkan diri menjelang saat berkuka puasa kemarin (25/04/2020).

Koordinator Pusdalops Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, mengatakan laki-laki yang menjadi Sopir bernama Sumaji tersebut merupakan berasal Desa Sentul, Tembelang, Jombang.

“Jadi, Sutiyo ini menyewa mobil dan sopirnya untuk menjemput anaknya bernama Ivari dan keponakannya di Pondok Pesantren Temboro,” kata dia.

Rombongan yang ada di dalam mobil itu pun panik kemudian keluar dari mobil. Sang sopir meninggal dunia, sedangkan santri Ponpes Temboro asal Jombang dan keluarga yang menjemput itu menjalani tes.

“Beberapa saat kemudian, tim Gugus Covid-19 meluncur ke TKP untuk melakukan penanganan dan mengevakuasi korban yang meninggal mendadak itu,” jelasnya.

Tim juga mengukur suhu tubuh tiga orang yang ada di dalam mobil itu. Dan kondisi tubuhnya sekitar 36 derajat Celcius. Tiga orang lain di mobil itu pun langsung dibawa ke RSUD Caruban dan dilakukan rapid test.

Proses evakuasi jenazah pria bernama Sumaji, 60, itu dilakukan sesuai SOP penanganan jenazah Covid-19. Tim dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun terjun ke lokasi mengevakuasi jenazah dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Sebelum dibawa, jenazah terlebih dahulu disemprot menggunakan disinfektan. Setelah itu, jenazah baru dimasukkan dalam kantong mayat dan dibawa menggunakan mobil ambulans. []

 

You may also like...