May 9, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

210 PMI Ikut Isbat Nikah Massal

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

SABAH  MY – Dalam rangka menghadirkan negara untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi hak-hak suami-isteri dan anak-anak yang dilahirkan dari pernikahannya, maka KJRI Kota Kinabalu bersama Pengadilan Agama Jakarta Pusat dan Kementerian Luar Negeri Indonesia, pada tanggal 5-7 Desember 2016 melaksanakan program Sidang Itsbat Nikah di Ruang Balai Budaya Kantor KJRI Kota Kinabalu. Sidang Isbat ini diikuti oleh 210 (dua ratus sepuluh) pasangan PMI yang umumnya bekerja di perkebunan kelapa sawit di daerah sekitar Sandakan dan Kota Kinabalu dan dihadiri langsung oleh Konjen RI Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan dan Perwakilan Pemerintah Sabah, Sdr. Adrian, dari Jabatan Pendaftaran Negeri Sabah (Dukcapil Sabah).

Dalam prakteknya, banyak pernikahan yang dilaksanakan di luar negeri tidak mengikuti persyaratan sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku sehingga menciptakan permasalahan baru, misalnya melaksanakan pernikahan di luar negeri mengikuti ketentuan setempat namun tidak mendaftarkannya ke Pemerintah RI dalam hal ini Perwakilan RI di luar negeri.

Dalam siaran persnya, Konjen Irfan mengatakan : “Pelayanan sidang Itsbat oleh KJRI, tentunya sangat penting dalam mewujudkan kepastian hukum bagi pernikahan yang belum terdaftar, guna memberikan perlindungan serta pengakuan terhadap status pribadi maupun status keluarga. Selepas Majelis hakim menyetujui pencatatan pernikahannya, kemudian dikeluarkan buku nikah dengan terhitung mulai tanggal pernikahannya yang lalu, bukan tanggal hari ini. Dengan demikian, untuk pasangan yang telah memiliki anak, maka KJRI akan bisa membuatkan Surat Keterangan Lahir, dan hal tersebut langsung berkaitan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, semuanya dilaksanakan dalam satu hari dan satu tempat, di KJRI Kota Kinabalu” terang Konjen Irfan.

Program sidang isbat nikah kali ini merupakan yang kedua kalinya digelar oleh KJRI Sabah, setelah sebelumnya pada Oktober tahun lalu, KJRI sabah juga pernah menggelar acara serupa. Saat itu diikuti oleh 217 pasangaan PMI yang rata-rata juga bekerja di kawasan perkebunan pedalaman wilayah kerja KJRI Sabah.

Peserta Isbat Nikah Desember 2016 yang di gelar oleh KJRI Sabah
Peserta Isbat Nikah 5-7 Desember 2016 yang di gelar oleh KJRI Sabah

Seorang peserta Sidang Itsbat, Sdr. Sukarman bin Palimbang, asal Bone menuturkan bahwa dirinya bertemu dengan istrinya Hadijah, asal Bone juga di tempat kerjanya di Ladang Sawit Sapi Plantation di Sandakan. Mereka menikah pada tahun 1997 di Sandakan. Selepas menikah di depan seorang ustadz (kawin siri), setahun kemudian mereka memiliki anak pertama dan berturut-turut setiap tahun kemudian sampai 4 anak lelaki dan perempuan. Dirinya menyatakan terima kasih kepada pemerintah yang memfasilitasi pembuatan buku nikahnya melalui sidang isbat.

“Saya dan Istri menyatakan terima kasih kepada Konsulat Jenderal di Kota Kinabalu yang dapat mengatur kedatangan hakim agama ke Sabah dan meresmikan pernikahan kami sebagai suami dan istri. Sungguh saya dan istri memberi sebesar-besar penghargaan. Saya berdoa semoga semua pemimpin Indonesia dijaga kesehatannya sehingga seterusnya dapat melayani para TKI dengan baik,” papar Sukarman.

Di wilayah kerja KJRI Sabah, merupakan tempat bekerja bagi sekitar 500.000 jiwa PMI, yang pada umumnya adalah pekerja di ladang sawit yang tersebar di seluruh negeri. Selain sebagai pekerja ladang, sebagian mereka adalah pekerja konstruksi, peladang sayur atau pekerja jasa kebersihan. [Asa]

Advertisement
Advertisement