May 17, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

4.000 PMI yang Pulang Diprioritaskan Mendapat Pemberdayaan

1 min read

SURABAYA – Sebagai salah satu kantong pekerja migran Indonesia, Kabupaten Sampang tentu memiliki berbagai program kerja yang spesifik berkaitan dengan penanganan pekerja migran baik proses pemberangkatan maupun mereka yang telah pulang ke kampung halaman.

Sejak pandemi Covid-19, sedikitnya 4.000 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sampang dipulangkan ke kampung halaman. Pemulangan PMI berpotensi memicu meningkatnya angka pengangguran di Sampang. Karena itu, Pemkab Sampang memprioritaskan eks PMI sebagai sasaran program pelatihan kerja.

Jenis pelatihan yang disiapkan Pemkab Sampang juga beragam. Seperti pelatihan menjahit, desain grafiS, tata boga, dan pelatihan menjadi montir kendaraan. Namun, sampai saat ini pemkab belum juga melakukan pendaataan.

Plt Kabid Tenaga Kerja DPMPTSP dan Tenaga Kerja Sampang Agus Sumarso menyampaikan, eks PMI Sampang memang menjadi sasaran prioritas untuk program pelatihan kerja. Sebab, sejak tiba di kampung halaman mereka tidak lagi memiliki perkejaan.

”Kuota yang disiapkan pemerintah untuk eks PMI dalam pelatihan kerja sebanyak 500 orang. Jumlah tersebut sangat tidak sebanding dengan jumlah PMI yang tiba di Kota Bahari,” ulasnya.

Menurut dia, kebanyakan PMI keberatan apabila pelatihan kerja digelar di wilayah kota. Pasalnya, kegiatan tersebut berlangsung selama 15 hari. Karena itu, mereka mengusulkan agar lokasi pelatihan kerja di dekat rumah eks PMI. ”Salah satu alasan eks PMI, karena kediaman mereka cukup jauh dari kota. Kami masih mencarikan solusi,” jelasnya.

Dijelaskan, pelatihan kerja bakal dilaksanakan pada triwulan kedua. Tepatnya, setelah Hari Raya Idul Fitri. Salah satu alasannya, agar tidak bersamaan dengan bulan puasa. ”Pelaksanaannya mungkin setelah hari raya. Sekarang kan sudah mendekati bulan puasa,” jelasnya. []

Sumber JPNN

Advertisement
Advertisement