September 27, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ada yang Bisa Seumur Hidup, Begini Dampak Fisik dan Psikologis pada Perempuan yang Melakukan Hoho Hihe Dengan Selingkuhan

2 min read

JAKARTA – Aktivitas seksual dan kontak fisik dalam hubungan perselingkuhan—seperti berciuman (pertukaran saliva) serta kontak genital maupun oral-genital (masuknya sperma)—memiliki implikasi medis dan psikologis yang kompleks. Berikut adalah pembahasan dari sudut pandang kesehatan fisik dan dampak psikologis bagi para pelakunya.

1. Dampak Fisik dan Risikonya
A. Pertukaran Saliva (Berciuman)
Pertukaran saliva saat berciuman erat membuka jalur penularan berbagai patogen antar-pasangan:

• Penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) & Virus: Virus seperti Herpes Simplex Virus (HSV-1), Human Papillomavirus (HPV) tipe oral, hingga Cytomegalovirus (CMV) dapat berpindah melalui cairan ludah.

• Infeksi Saluran Napas & Bakteri Oral: Bakteri penyebab radang tenggorokan (Streptococcus), infeksi gusi, hingga virus flu dan mononukleosis (Epstein-Barr Virus) dengan mudah tertular melalui saliva.

B. Masuknya Sperma ke Tubuh Perempuan (Oral maupun Vaginal)
Sperma mengandung protein, enzim, materi genetik, serta potensi mikroorganisme dari tubuh pria. Dampak masuknya sperma meliputi:

• Melalui Oral Seks (Ditelan):

o Pencernaan Sperma: Secara fisiologis, cairan semen yang ditelan akan dicerna oleh asam lambung dan enzim pencernaan menjadi asam amino serta protein dasar, sehingga umumnya aman bagi sistem pencernaan.

o Risiko Penularan IMS Oral: Jika terdapat luka terbuka/sariawan di mulut atau radang gusi, menelan atau kontak oral dengan sperma dapat menularkan kuman IMS seperti Gonore oral, Klamidia oral, Sifilis, HSV-2, serta HIV.

• Melalui Vagina dan Rahim:

o Risiko Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD): Deposit sperma di dalam vagina dan rahim saat masa subur memiliki potensi tinggi memicu kehamilan. Pada kasus perselingkuhan, KTD menimbulkan kepanikan medis dan ketidakpastian status paternal anak.

o Risiko IMS Sistem Reproduksi: Sperma menjadi media utama penyebaran bakteri/virus IMS seperti Klamidia, Gonore, Trichomoniasis, Hepatitis B, dan HIV menuju serviks, rahim, hingga saluran tuba (Pelvic Inflammatory Disease / PID).

o Respon Imunologi Lokal: Pada beberapa perempuan, paparan cairan semen dari pasangan baru dapat memicu reaksi alergi ringan atau perubahan pH vagina yang berpotensi memicu vaginosis bakterialis atau infeksi jamur (Candida).

2. Dampak Psikologis pada Pelaku Perselingkuhan
Interaksi fisik yang intim di luar hubungan resmi memicu dinamika neurobiologis dan psikologis yang intens:

• Fluktuasi Hormonal dan Neurochemical High:

o Pertukaran saliva dan kontak seksual memicu lonjakan hormon Dopamin (rasa senang/kenikmatan) dan Adrenalin (sensasi menantang/debaran rahasia).

o Masuknya sperma dan kontak fisik erat juga melepaskan Oksitosin (hormon ikatan emosional), yang sering kali menciptakan kebingungan keterikatan emosional (emotional attachment) antara pasangan selingkuh dan pasangan sah.

• Penyesalan dan Kecemasan Akut (Guilt & Paranoia):

o Ketakutan Ketahuan & Risiko Kesehatan: Setelah aktivitas seksual usai, lonjakan dopamin akan menurun dan digantikan oleh rasa cemas berlebih (paranoia) terhadap risiko kehamilan, penularan penyakit IMS ke pasangan sah, atau risiko terbonkarnya perselingkuhan.

o Disonansi Kognitif: Konflik antara nilai moral diri dengan tindakan nyata menimbulkan stres berkepanjangan, depresi ringan hingga berat, serta rasa bersalah yang mendalam (remorse).

Aktivitas intim dalam perselingkuhan membawa risiko ganda: dari segi fisik berupa ancaman penularan infeksi dan kehamilan tak terencana, serta dari segi psikologis berupa lonjakan stres dan krisis emosional akibat konflik moral.

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply