Agar memenuhi Target Mendapatkan Lulusan Menjadi PMI, SMK Akan Diawasi Ketat
2 min read
JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Komjen Pol Dwiyono meminta pengawasan terhadap pelaksanaan program SMK Go Global diperketat.
Hal itu disampaikan Dwiyono saat melantik Kombes Pol Arif Budi Winova sebagai Inspektur I KP2MI di Aula KH Abdurrahman Wahid, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Menurut Dwiyono, posisi Inspektur I memiliki peran strategis dalam memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan profesionalisme.
Inspektur I, kata dia, memiliki tugas yang berkaitan dengan pengawasan, audit, dan reviu terhadap pelaksanaan program di lingkungan internal KP2MI.
“Tugas di Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ini ada kekhususan, karena yang kita layani bukan hanya masyarakat, namun Pekerja Migran Indonesia yang membutuhkan bantuan kita untuk meraih pekerjaan,” ujar Dwiyono.
Dwiyono berharap Arif Budi dapat memperkuat fungsi pengawasan, terutama melalui deteksi dini terhadap potensi persoalan. Menurut dia, sistem peringatan dini atau early warning system penting agar persoalan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kendala maupun temuan eksternal.
“Penerapan prinsip akuntabilitas dan profesionalisme dalam pengawasan harus diutamakan, begitu pun pencegahan pemberangkatan nonprosedural yang harus mendapat pengawasan sebaik-baiknya,” kata Dwiyono.
Pengawasan SMK Go Global
Selain pengawasan terhadap pelayanan dan pelindungan PMI, Dwiyono secara khusus meminta agar program SMK Go Global turut mendapat perhatian.
Program tersebut merupakan salah satu program direktif Presiden Prabowo Subianto yang menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja global.
“Pelaksanaan program SMK Go Global perlu pengawasan yang super ketat karena ini amanah yang harus kita laksanakan dengan baik, mulai dari perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, hingga administrasi, dilaksanakan secara tanggung jawab,” tutur Dwiyono.
Ia menekankan, pengawasan harus dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program. Dengan demikian, setiap tahapan dapat dipastikan berjalan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Program SMK Go Global ditargetkan mendorong penempatan 500.000 PMI hingga 2029. Program ini diarahkan untuk menyiapkan lulusan SMK yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai kebutuhan pasar kerja global.
Sejumlah bidang yang menjadi sasaran antara lain caregiver, welder, hospitality, nurse, dan truck driver.
Pelantikan Arif Budi Winova sebagai Inspektur I diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan internal KP2MI, termasuk dalam memastikan program-program strategis pelindungan dan penempatan PMI berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan. []
