Agar Semakin Banyak yang Pulang Menjadi Juragan, DPF Bangun Kemitraan dengan Para Mantan Pekerja Migran
2 min read
JAKARTA – Selama ini, masyarakat lebih mengenal wakaf dalam bentuk 3M, yaitu madrasah, makam, dan masjid. Padahal, wakaf memiliki potensi yang jauh lebih luas. Wakaf tidak hanya dapat diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga dapat dikelola secara produktif untuk memperkuat ekonomi umat dan menciptakan kemandirian masyarakat.
Konsep inilah yang terus dikembangkan oleh Yayasan Wakaf Djalaluddin Pane melalui program wakaf produktif, yaitu pengelolaan wakaf yang hasil dan manfaatnya dapat terus berputar untuk membantu masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam rangka menjalankan misi pemberdayaan tersebut, Yayasan Wakaf Djalaluddin Pane melaksanakan perjalanan dinas luar kota ke Madiun, Sragen, dan Kendal pada 18–20 April 2026. Ketiga daerah tersebut dikenal sebagai wilayah dengan perkumpulan Keluarga Alumni Migran Indonesia (KAMI) terbesar di Indonesia.
Kunjungan ini menjadi salah satu langkah nyata yayasan dalam memberdayakan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan alumni PMI agar dapat menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi serta memiliki semangat membangun tanah air.
Hari Pertama: Grand Launching Wakaf Produktif di Madiun
Pada Sabtu, 18 April 2026, Yayasan Wakaf Djalaluddin Pane melaksanakan Grand Launching Program Wakaf Produktif di Madiun. Program ini diberikan kepada dua mitra usaha, yaitu Ibu Susiani yang merupakan ex alumni PMI dan Bapak Nur yang merupakan keluarga PMI.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke lokasi usaha Ibu Susiani, kemudian dilanjutkan ke lokasi usaha Bapak Nur. Dalam program ini, yayasan memberikan bantuan modal usaha dengan skema akad murabahah tanpa bunga sebagai bentuk dukungan terhadap usaha produktif yang dijalankan para penerima manfaat.
Hari Kedua: Menjalin Kemitraan Strategis Bersama KAMI Sragen
Pada Minggu, 19 April 2026, Yayasan Wakaf Djalaluddin Pane melanjutkan perjalanan ke Sragen untuk mengunjungi Keluarga Alumni Migran Indonesia (KAMI) Sragen dalam rangka menjalin kemitraan strategis wakaf produktif.
Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi dan saling mengenal latar belakang serta tujuan masing-masing pihak. Pada kesempatan ini, Yayasan Wakaf Djalaluddin Pane juga memberikan literasi mengenai wakaf produktif sebagai solusi pemberdayaan ekonomi umat.
Pertemuan ini dapat terlaksana berkat dukungan dan jembatan silaturahmi dari Ustaz Fauzi Qosim selaku pembina KAMI Sragen. Dalam kesempatan tersebut, KAMI Sragen juga memperkenalkan berbagai produk unggulan yang mereka miliki.
Yayasan Wakaf Djalaluddin Pane berharap KAMI Sragen dapat menjadi mitra strategis sekaligus penggerak dan influencer wakaf produktif di wilayah Sragen dan sekitarnya. []
