Agar Tetap Mulia di Masa Tua
4 min read
JAKARTA – Setiap manusia berharap panjang umur, tetapi Islam mengajarkan bahwa panjang umur harus disertai kesehatan, ketaatan, dan kemampuan menjaga martabat. Ada fase kehidupan ketika kekuatan fisik dan daya ingat menurun.
Karena itu, seorang muslim diajarkan memohon perlindungan kepada Allah dari dikembalikan kepada kondisi yang sangat lemah, sekaligus belajar menghormati dan merawat mereka yang telah lanjut usia.
Setiap manusia berharap panjang umur, tetapi Islam mengajarkan bahwa panjang umur harus disertai kesehatan, ketaatan, dan kemampuan menjaga martabat. Ada fase kehidupan ketika kekuatan fisik dan daya ingat menurun.
Allah Swt. berfirman dalam Surah an-Nahl 70:
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ ۚ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ
“Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah, sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahakuasa.”
Ketika Kekuatan Perlahan Berkurang
Ayat ini mengingatkan bahwa manusia mengalami perjalanan kehidupan yang terus berubah. Ketika masih muda, tubuh kuat, ingatan tajam, langkah ringan, dan kemampuan bekerja begitu besar. Namun, waktu perlahan mengubah semuanya. Rambut memutih, tenaga berkurang, pendengaran dan penglihatan dapat melemah, sementara daya ingat pun terkadang tidak lagi seperti dahulu.
Keadaan tersebut bukanlah sesuatu yang boleh dijadikan bahan ejekan. Ia merupakan bagian dari sunnatullah dalam kehidupan manusia. Orang yang dahulu mengajari kita berjalan, membaca, bekerja, beribadah, dan menghadapi kehidupan, suatu hari mungkin membutuhkan bantuan untuk melakukan hal-hal sederhana.
Karena itu, kelemahan pada masa tua seharusnya menumbuhkan kasih sayang, bukan kejengkelan. Orang tua yang mengalami penurunan kemampuan bukan sedang memilih untuk menjadi beban. Mereka sedang menjalani salah satu fase kehidupan yang suatu saat mungkin juga akan kita alami.
Doa agar Dijauhkan dari Usia Paling Lemah
Nabi Muhammad saw. mengajarkan doa agar seorang muslim memohon perlindungan dari keadaan tersebut. Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi saw. berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu agar tidak dikembalikan kepada usia yang paling lemah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur.”
Doa tersebut bukan berarti seorang muslim boleh menganggap panjang umur sebagai sesuatu yang buruk. Justru banyak hadis menunjukkan keutamaan orang yang panjang umur dalam kebaikan. Persoalannya adalah bagaimana seseorang menjalani pertambahan usia. Umur yang panjang menjadi nikmat apabila dipenuhi iman, amal saleh, ilmu, sedekah, silaturahmi, dan perbuatan yang bermanfaat.
Sebaliknya, usia yang panjang dapat menjadi ujian ketika kekuatan dan kemampuan seseorang menurun drastis. Karena itu, sejak masih sehat, seseorang perlu mempersiapkan diri dengan amal yang terus mengalir dan hubungan keluarga yang baik.
Saat Anak Berganti Menopang Orang Tua
Allah juga berfirman dalam Surah Al-Isra 23:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”
Ayat ini sangat dalam. Ketika orang tua masih kuat, mungkin anaklah yang banyak membutuhkan pertolongan. Namun, ketika orang tua memasuki masa senja, keadaan dapat berbalik. Mereka mungkin membutuhkan anak untuk mengantar berobat, mengingatkan jadwal, menyiapkan makanan, membantu berjalan, atau sekadar mendengarkan cerita yang berulang-ulang.
Di situlah kasih sayang diuji. Kesabaran bukan hanya diperlukan ketika menghadapi orang yang mudah diajak berbicara, tetapi juga ketika menghadapi seseorang yang daya ingatnya telah menurun, emosinya berubah, atau perilakunya tidak lagi seperti dahulu.
Namun, keluarga juga perlu memahami bahwa merawat orang lanjut usia bukan berarti membiarkan semua keadaan tanpa penanganan. Jika terjadi penurunan daya ingat, perubahan perilaku, atau gangguan kemampuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, pemeriksaan dan pendampingan tenaga kesehatan dapat menjadi bagian dari ikhtiar. Merawat dengan kasih sayang juga berarti memberikan pertolongan yang tepat.
Jangan Sombong dengan Kekuatan Hari Ini
Nasihat Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengandung pelajaran penting: manusia yang dahulu kuat dan cerdas dapat mengalami perubahan besar ketika usia menua. Karena itu, jangan sombong terhadap kekuatan hari ini. Jangan merendahkan orang yang lemah. Jangan merasa bahwa kemampuan yang kita miliki akan selalu berada dalam genggaman.
Hari ini kita mungkin membantu orang tua berjalan. Besok mungkin kitalah yang membutuhkan tangan untuk menopang. Hari ini kita mengingatkan mereka tentang sesuatu yang terlupa. Kelak mungkin kitalah yang harus diingatkan.
Maka, mari memperbanyak doa, memperkuat amal, menjaga kesehatan, memperbaiki hubungan keluarga, dan menyiapkan bekal akhirat. Semoga Allah memberikan usia yang panjang dalam ketaatan, menjaga akal dan kesehatan selama itu yang terbaik bagi kita, serta memberikan kesabaran kepada keluarga dalam merawat orang-orang yang telah lanjut usia.
Yang paling penting, jangan sampai kelemahan seseorang pada masa tuanya membuat kita lupa terhadap seluruh kebaikan yang pernah diberikannya. Boleh jadi tangan yang kini gemetar itu dahulu pernah mengusap kepala kita. Boleh jadi kaki yang kini sulit melangkah dahulu pernah berjalan jauh demi memenuhi kebutuhan kita.
Memohon Masa Tua yang Penuh Kemuliaan
Semoga Allah menjadikan masa tua kita sebagai masa yang penuh ketenangan, iman, dan kemuliaan. Jika Allah menguji kita dengan kelemahan, semoga Dia menghadirkan keluarga yang penuh kasih. Jika Allah mempercayakan kepada kita orang tua yang lemah, semoga kita mampu merawat mereka dengan sabar, hormat, dan penuh ihsan.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَنَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ، وَالْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَالثَّبَاتَ عَلَى الْإِيمَانِ
“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada usia yang paling lemah. Kami memohon kepada-Mu akhir kehidupan yang baik, ampunan, keselamatan, dan keteguhan di atas iman.” []
Penulis : Dwi Taufan Hidayat, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
