August 19, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Agar Tidak Cerai, Agar Tetap Harmonis, Kemenag Bekali Calon PMI Wejangan Ketahanan Keluarga

2 min read

JAKARTA – Puluhan calon pekerja migran asal Kabupaten Kebumen diminta mempersiapkan ketahanan keluarga sebelum bekerja di luar negeri. Jarak dan waktu yang memisahkan pekerja dengan keluarga dinilai dapat memicu berbagai persoalan dalam rumah tangga.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Salim Wazdy, dalam pembekalan calon pekerja migran di Aula Si Pemikat Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kebumen, Selasa (18/8/2026).

Salim mengatakan, kesiapan menjadi pekerja migran tidak hanya menyangkut kemampuan kerja dan ekonomi. Ketahanan keluarga juga perlu dipersiapkan agar jarak tidak menjadi penghalang bagi keharmonisan rumah tangga.

Menurutnya, jarak dapat memunculkan kecemburuan, miskomunikasi, berkurangnya intensitas komunikasi, hingga rasa tidak aman dalam hubungan. Kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak awal agar keputusan bekerja di luar negeri tidak menimbulkan persoalan dalam keluarga.

Kepercayaan menjadi salah satu fondasi penting bagi pasangan pekerja migran.

“Kepercayaan perlu dibangun melalui kejujuran, keterbukaan, serta kesepakatan bersama sebelum pasangan menjalani kehidupan secara berjauhan,” ujar Salim, Selasa (11/8).

Ia juga mendorong calon pekerja migran menyusun rencana keluarga bersama pasangan. Rencana tersebut dapat mencakup tujuan bekerja, pengelolaan keuangan, kebutuhan keluarga, hingga komunikasi selama berada di luar negeri.

Di sisi lain, Salim memperkenalkan lima pilar dalam membangun keluarga. Yakni zawaj atau berpasangan, mitsaqan ghalizhan atau janji yang kokoh, mu’asyarah bil ma’ruf atau memperlakukan pasangan secara bermartabat, musyawarah, serta saling rida.

Kelima pilar tersebut, menurutnya, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih bagi pasangan yang harus menjalani rumah tangga dari jarak jauh. Komunikasi, kesepakatan, dan sikap saling menghargai menjadi kunci menjaga hubungan tetap kuat.

Selain itu, Salim menekankan pentingnya keadilan dan kesalingan dalam keluarga. Suami dan istri perlu memandang hubungan sebagai kemitraan, bukan hubungan sepihak. Setiap pihak memiliki peran, tanggung jawab, serta kesempatan untuk saling mendukung.

“Keluarga harus dibangun atas dasar kemitraan dan kerja sama. Ada keseimbangan, kebersamaan, dan kesepenanggungan antara suami dan istri,” pesannya.[]

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply