October 12, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Agar Warganya Mau Menjadi Pekerja Migran, Biaya Proses Pemberangkatan Dicarikan Pinjaman Bank

2 min read

JAKARTA – PT BPR BKK Jateng menjadi salah satu bank yang ditunjuk sebagai proyek percontohan program pembiayaan Pekerja Migran Indonesia di Jawa Tengah. Program tersebut ditargetkan menjangkau 6.680 peserta pada 2026 melalui skema pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran yang didukung beasiswa dari pemerintah.

Direktur Utama PT BPR BKK Jateng, Rudy Wahyu Triyanto, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pengurangan pengangguran sekaligus membuka kesempatan kerja bagi lulusan sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Program ini diluncurkan pemerintah dengan nama SMK Go Global.

“Program Pekerja Migran Indonesia ini program baru, baru diluncurkan bulan Agustus oleh Pak Presiden langsung, namanya SMK Go Global,” ujar Rudy saat ditemui dalam Gebyar Undian Tamades BPR BKK Jateng 2026 Kanwil Solo Raya di Pendopo Isi Surakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Rudy menjelaskan, peserta yang dapat mendaftar berasal dari lulusan SMA, SMK, diploma hingga sarjana. Pendaftaran dapat dilakukan melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di masing-masing wilayah.

Menurutnya, program tersebut menyediakan beasiswa untuk biaya pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran. Rudy menyebut kuota di Jawa Tengah mencapai 6.680 orang, dengan total anggaran sekitar Rp1,6 triliun.

“Di Jawa Tengah tahun ini saja 6.680 orang yang akan dibiayai secara gratis. Jadi, kami membiayai nanti untuk biaya terkait visa, paspor, sampai tiket dan biaya hidup selama satu sampai dua bulan sebelum mendapatkan gaji,” katanya.

Rudy menambahkan, program tersebut disiapkan untuk memfasilitasi calon pekerja migran yang akan ditempatkan di 12 negara tujuan. Pemerintah juga menyiapkan proses pendidikan dan pelatihan agar calon pekerja memiliki keterampilan sebelum bekerja di luar negeri.

Ia menegaskan, pekerjaan dan perusahaan tujuan akan melalui proses verifikasi pemerintah. Karena itu, sosialisasi kepada masyarakat dinilai penting agar calon peserta memahami mekanisme program serta memperoleh informasi yang tepat mengenai kesempatan bekerja di luar negeri.

Untuk wilayah Solo Raya, Rudy menyebut minat masyarakat terhadap program tersebut cukup besar berdasarkan sosialisasi yang telah berjalan. Namun, ia menilai sosialisasi masih perlu diperluas dengan melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai pihak terkait.

“Kami berharap dukungan dari kepala daerah dan pemerintah daerah di wilayah Solo Raya bisa berperan aktif karena kuota itu sangat besar sekali,” ujarnya.

Rudy berharap program pembiayaan Pekerja Migran Indonesia dapat membantu mengurangi pengangguran, membuka kesempatan kerja bagi lulusan baru, serta meningkatkan kontribusi devisa bagi daerah. BPR BKK Jateng menyatakan siap berkolaborasi dengan BP3MI Jawa Tengah untuk menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat di wilayah Solo Raya. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply