June 13, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Akses Digital yang Kuat Banyak Menyelamatkan UMKM di Masa Pandemi

2 min read

JAKARTA – Perebakan pandemi covid-19 secara global memberi dampak nyata ke berbagai aspek ekonomi masyarakat, termasuk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya menjelaskan banyak pelaku UMKM yang omzetnya anjlok, namun sejumlah UMKM, khususnya sektor kuliner masih mampu bertahan.

Menurutnya, hal itu tak lepas dari peran akses digital yang membangkitkan UMKM secara perlahan. Merujuk survei The World Bank IBRD-IDA pun, Eddy menyebut sebanyak 42% UMKM telah menggunakan akses digital sebagai antisipasi kebijakan social distancing.

“Ini menunjukkan adanya perubahan UMKM yang beralih menggunakan teknologi digital dan pemanfaatan internet untuk menjalankan bisnisnya,” tegas Eddy dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (27/05/2021).

Ia menilai, pandemi covid-19 telah memaksa masyarakat memasuki dunia digital. Saat ini pun, akses digital tak lagi dimonopoli oleh kalangan muda dari generasi Z ataupun milenial, melainkan juga kaum ibu rumah tangga.

“Mereka menjalankan usahanya secara digital. Kendati sektor digital menjadi sesuatu hal yang baru, namun ada dorongan yang keras dan kuat untuk membangkitkan daya juang mereka,” kata Eddy.

Eddy melanjutkan, para pelaku UMKM terbukti secara nyata menjadi penyangga perekonomian di Indonesia, khususnya ketika mengalami dua kali krisis, yakni tahun 1998 dan 2008, pelaku UMKM mampu mempertahankan perekonomian Tanah Air.

Di tengah pandemi pun, para pelaku UMKM masih bisa menyangga perekonomian Indonesia. Kendati pertumbuhan yang masih terkontraksi dalam beberapa kuartal, namun UMKM bisa meminimalisir potensi jebloknya perekonomian.

“Pertumbuhan memang masih kontraksi dalam beberapa kuartal, namun berkat UMKM, pertumbuhannya mulai mendekati angka satu yang semula -5,” ucap Eddy.

 

Pembinaan Sektor Kuliner

Untuk itu dari pihak Kemenkop UKM, Eddy menjelaskan akan terus menggencarkan sejumlah program pembinaan, termasuk bagi pelaku UMKM di sektor kuliner. Pembinaan itu salah satunya adalah program Pelatihan Vokasional Bagi Usaha Mikro Sektor Kuliner di Bogor, Jawa Barat pada 27-29 Mei 2021.

Pelatihan itu, lanjut Eddy, diikuti oleh 33 pelaku usaha mikro yang digelar oleh Kemenkop UKM bersama Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM dengan fokus pembuatan frozen food dan konten untuk pemasaran digital.

“Pemasaran itu nantinya melalui video sederhana atau pengambilan produk untuk dipajang di toko online milik pelaku usaha mikro,” terangnya.

Sementara itu, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenkop UKM Suzana Teten Masduki mengungkapkan pelatihan tersebut juga terkonsentrasi pada aspek penguasaan teknik pengolahan makanan yang sehat.

Jika para pelaku usaha bisa menguasai proses pengolahan makanan yang sehat dan higienis, maka produk yang dihasilkan akan turut menjaga asupan gizi yang seimbang sehingga manfaatnya bisa didapatkan oleh konsumen.

“Dengan tubuh yang sehat, maka para konsumen bisa menjaga daya tahan tubuh mereka,” tandas Suzana.

Suzana tak memungkiri bahwasanya peluang usaha makanan sehat, seperti frozen food bisa menopang pola hidup bersih dan higienis karena seimbangnya asupan gizi yang terdapat pada bermacam produk frozen food.

“Jenis makanan ini sangat potensial, memiliki nilai tambah, serta bisa dipasarkan secara online,” pungkasnya. []

Advertisement
Advertisement