October 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Anak Mantan PMI Hong Kong yang Menusuk Syekh Ali Jaber Dituntut Sepuluh Tahun Penjara

1 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

LAMPUNG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdullah Noer Deny menuntut Alpin Andria, anak mantan PMI Hong Kong yang menjadi terdakwa penusuk Syekh Ali Jaber dengan hukuman kurungan penjara selama sepuluh tahun.

“Meminta Majelis Hakim agar menghukum terdakwa Alpin Adrian dengan kurungan penjara selama sepuluh tahun,” katanya dalam sidang yang dilaksanakan secara virtual di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (18/2/2021).

Menurut Deny, perbuatan terdakwa telah melanggar pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana. Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah membahayakan nyawa orang lain.

“Hal yang meringankan terdakwa menyesaki perbuatannya dan telah meminta maaf kepada korban,” kata dia.

Penasihat hukum terdakwa mengatakan sangat keberatan atas tuntutan yang diberikan jaksa.

Menurut dia, tuntutan dan pasal yang dijatuhi jaksa tidak sesuai.

Ibunda Alfin Andrian Penusuk Syekh Ali Jaber Benar-Benar Mantan PMI Hong Kong, Berikut Jati Diri dan Pengakuannya

“Tuntutan jaksa tidak sesuai dengan fakta persidangan. Dalam video juga sudah terbukti, tikamannya mengarah ke tangan, bukan ke arah yang vital,” kata penasihat hukum, Ardiansyah.

Menurut dia, pasal-pasal yang tepat untuk kliennya adalah pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan dengan hukuman maksimal lima tahun.

“Bukan pasal 340. Itu kan pasal pembunuhan berencana,” katanya lagi.

Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan, Alpin Andria merupakan anak seorang mantan pekerja migran Indonesia di Hong Kong bernama Yayat Rohayati. []

Advertisement
Advertisement