December 4, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Atasi Krisis, Kanada Butuhkan Belasan Juta Pekerja Migran

3 min read
Prime Banner

HONG KONG – Ketika banyak negara menutup pintunya rapat-rapat, Kanada justru telah membuka pintu selebar-lebarnya untuk para imigran. Dalam laporan terbaru, Kanada bahkan telah merencanakan untuk mendatangkan lebih dari 1,2 juta imigran selama kurun waktu tiga tahun.

Misi penyerapan jutaan imigran itu resmi dirilis oleh Menteri Imigrasi, Pengungsi dan Kewarganegaraan, Marco Mendicino pada Jumat (30/10/2020) lalu.

Adapun alasan mendatangkan jutaan imigran menurut Mendicino adalah lantaran Kanada sedang mencoba mengisi celah di pasar tenaga kerja serta peningkatan ekonomi yang terpukul COVID-19.

“Yang Terhormat Marco Mendicino, Menteri Imigrasi, Pengungsi dan Kewarganegaraan, mengajukan Rencana Tingkat Imigrasi 2021-2023 hari ini, yang menetapkan jalur untuk peningkatan yang bertanggung jawab ke target imigrasi untuk membantu ekonomi Kanada pulih dari COVID-19, mendorong pertumbuhan di masa depan dan menciptakan pekerjaan untuk kelas menengah Kanada,” bunyi pengumuman pada situs web resmi pemerintahan Kanada.

“Imigrasi sangat penting untuk membawa kita melewati pandemi, tetapi juga untuk pemulihan ekonomi jangka pendek dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang kita.

“Rencana kami adalah membantu mengatasi beberapa kekurangan akut akan tenaga kerja serta menumbuhkan populasi agar Kanada tetap kompetitif di panggung dunia,” sambung Mendicino dalam situs canadia.ca

Sementara saat berbicara kepada wartawan di Ottawa, Mendicino membeberkan bahwa pemerintah rencana akan menerima 1,2 juta imigran secara bertahap.

Pada tahun 2021, penduduk baru pun dijadwalkan akan berjumlah 401 ribu. Kemudian, pada tahun 2022 sebanyak 411 ribu, sedangkan pada tahun 2023, ada sekitar 421 imigran.

“Kanada membutuhkan lebih banyak pekerja dan imigrasi adalah cara untuk sampai ke sana.

“Sebelum pandemi, tujuan pemerintah kami untuk mendorong perekonomian melalui imigrasi sudah sangat ambisius. Sekarang ini menjadi sangat penting,” ujar Mendicino seperti dilansir oleh Aljazeera.

Menanggapi rencana ambisius itu, peneliti kebijakan pengungsi Kanada, Robert Falconer langsung berkomentar. Falconer pun menjelaskan bahwa jika Kanada bisa mencapai targetnya, maka tiga tahun ke depan akan menjadi rekor penyerapan imigran tertinggi sejak 1911.

“Kanada mengumumkan target imigrasi baru hari ini untuk 2021-2023. Jika berhasil, itu akan menjadi tahun tertinggi dalam catatan sejak 1911,” cuit Falconer yang menjabat sebagai peneliti kebijakan pengungsi dan imigrasi di University of Calgary School of Public Policy.

Sistem imigrasi Kanada sendiri memang telah lama dijadikan model bagi banyak pemerintahan. Terlebih, secara historis, sistem Kanada cukup sukses mendatangkan pekerja atau pengungsi yang terampil.

Hal itu juga telah disebutkan langsung oleh pemerintah maupun Mendicino terutama di era pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

“Imigran sangat penting untuk sektor perawatan kesehatan kami dan mewakili satu dari empat yang bekerja di rumah sakit dan panti perawatan jangka panjang kami.

“Apakah mereka telah merawat yang paling rentan, atau meletakkan makanan di meja kami, pendatang baru telah memainkan peran yang sangat besar dalam respons kami terhadap COVID-19,” tambah Mendicino.

Meski begitu, sistem penyerapan imigran terampil Kanada bukanlah tanpa celah. Aljazeera pun mencatat bagaimana pandemi COVID-19 juga telah membuat ketidaksetaraan yang mencolok.

Disebutkan pula bahwa ada banyak pencari suaka atau pengungsi yang menghadapi kondisi kerja buruk serta rentan risiko pelecehan. Risiko ini terutama menyerang para pekerja yang jaminan status imigrasinya masih dipertanyakan.

Karena inilah, Aliansi Pekerja Migran untuk Perubahan Kanada (MWAC), mendesak agar pemerintah mau menerapkan sistem imigrasi tingkat tunggal yang menjamin status semua migran.

“Meningkatkan target imigrasi untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi berarti sistem imigrasi tingkat tunggal yang memastikan #StatusforAll migrant & undocumented people sangat penting,” tulis MWAC melalui laman Twitter miliknya.

Senada dengan MWAC, ratusan organisasi di seluruh Kanada juga telah mendukung permintaan hingga menggelar aksi pada Minggu (01/11/2020) ini.

“Semua migran, pengungsi dan orang tidak berdokumen di negara ini harus diatur dan diberikan status imigrasi penuh sekarang tanpa kecuali. Semua migran yang tiba di masa depan harus melakukannya dengan status imigrasi penuh dan permanen,” terang sejumlah organisasi advokasi dalam sebuah surat terbuka.[]

Advertisement