June 23, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Beberapa Pemangku Kepentingan Rapatkan Barisan Upayakan Peningkatan Kualitas PMI

2 min read

JAKARTA – Dalam rangka menindaklanjuti arahan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia terkait program SMK Go Global, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat berkolaborasi dengan GIZ Indonesia menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Crowne Plaza Bandung, pada tanggal 17-18 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang penempatan Pekerja Migran Indonesia di wilayah Provinsi Jawa Barat, seperti seluruh dinas yang membidangi ketenagakerjaan, Dinas Pendidikan, Dinas Penanaman Modal, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah, Lembaga Keuangan. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari BP3MI Banten, BP3MI Jakarta, BP3MI Jawa Tengah dan BP3MI Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Kepala BP3MI Jawa Barat, Singgih Hermawan, menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan kegiatan FGD.

“Melalui forum FGD ini, saya berharap dapat merumuskan strategi utama, rencana kerja dan rencana aksi yang konkret, terukur, dan berkelanjutan untuk memaksimalkan capaian Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia di wilayah Provinsi Jawa Barat,” tegas Singgih.

Sementara itu, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI, Dwi Setiawan Susanto, dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, menyampaikan pentingnya kegiatan ini,

“Kegiatan FGD ini menjadi langkah strategis dalam pelaksanaan pemetaan supply (penyedia tenaga kerja/lulusan vokasi) dan demand (kebutuhan industri) melalui pendekatan link and match yang terstruktur, legal, dan terukur,” jelas Dwi.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pemaparan materi dari berbagai narasumber yaitu Direktur Pemetaan Pasar Kerja Luar Negeri KP2MI, Direktur Penempatan Nonpemerintah Pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI, serta Direktur Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia KP2MI.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi diantara para narasumber dengan peserta kegiatan. Para peserta terlihat antusias terhadap materi yang disampaikan oleh narasumber dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait rencana pelaksanaan program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia.

Pada hari pertama ini juga dilakukan peluncuran secara resmi aplikasi SAKOLA (Sistem Akselerasi Kompetensi Latihan Kerja) yang dikembangkan oleh BP3MI Jawa Barat guna mendukung pelaksanaan program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia.

“SAKOLA merupakan platform digital yang berfungsi untuk mengintegrasikan data kandidat, mempercepat job matching, memantau capaian output pelatihan sampai dengan penempatan serta mendukung monitoring dan evaluasi lembaga vokasi,” jelas Singgih.

Pada hari kedua, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang melibatkan seluruh peserta. Dalam sesi tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing dalam penyelenggaraan penempatan Pekerja Migran Indonesia. Melalui diskusi kolaboratif ini disusun Formulasi Pemetaan Supply, Demand, dan Kompetensi Pekerja Migran Indonesia yang difasilitasi oleh fasilitator dari Universitas Pendidikan Indonesia.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan dari narasumber Direktorat Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia KP2MI serta diskusi terkait aplikasi E-VOKASI dan SAKOLA yang akan digunakan dalam pelaksanaan program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia tahun 2026.  []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply