January 28, 2023

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

BP2MI : Sudah Ribuan PMI Pulang Tinggal Nama

3 min read
Pemeriksaan dokumen saat peti jenazah pekerja migran Indonesia mendarat di Indonesia (Foto istimewa)

Pemeriksaan dokumen saat peti jenazah pekerja migran Indonesia mendarat di Indonesia (Foto istimewa)

JAKARTA – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat pada periode 2000-2022, ada ribuan pekerja migran dari Indonesia (PMI) pulang ke Tanah Air, sudah dalam keadaan meninggal.

Jumlahnya sekitar 1.500 orang, ditambah 3.200 orang tenaga kerja ilegal asal Indonesia pulang dalam keadaan menderita sakit hingga depresi. Kemudian, kurang lebih 81.000 orang dideportasi dari negara-negara penempatan.

“Kebanyakan merupakan korban perdagangan orang lantaran mencari kerja di luar negeri secara tidak resmi,” kata Kepala BP2MI, Benny Rhamdani di kawasan Thamrin di Jakarta, Minggu (18/12/2022).

Menurut Benny, kepulangan para pekerja migran tidak resmi ke Tanah Air inilah yang menjadi tanggung jawab BP2MI untuk memberikan perlindungan.

Salah satunya mengembalikan mereka ke keluarga asal masing-masing.

“Padahal jika mereka bekerja ke luar negeri secara resmi ada hak konstitusional yang dilindungi negara melalui Pasal 27 UUD 1945 yang akan memberi perlindungan serta kemudahan fasilitas,” lanjut dia saat memperingati Hari Migran Internasional, seperti dikutip dari Antara.

Oleh karena itu, lanjut Benny, lembaga tersebut berkomitmen memerangi perdagangan manusia (human trafficking).

“Kita tidak lepas dari sindikat mafia yang selama ini mengambil keuntungan kotor dari bisnis dengan cara memperdagangkan manusia,” kata Benny.

Benny menegaskan, tidak cukup hanya BP2MI yang berperan, tetapi juga butuh bantuan dari semua pihak yang terikat UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberantasan TPPO.

Beny menguraikan, BP2MI telah meresmikan tiga fasilitas khusus bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di lima bandara di Indonesia, yaitu Ahmad Yani, Juanda, Lombok, Kualanamu dan I Gusti Ngurah Rai di Bali, Rabu (14/12/2022).

Kepala BP2MI meresmikan secara serentak dari Bandara Internasional Juanda di Jawa Timur menyampaikan tiga fasilitas tersebut, yaitu “PMI Lounge”, “helpdesk” dan jalur antrean khusus di Imigrasi.

Fasilitas tersebut merupakan wujud penghormatan dan pelayanan negara terhadap para pekerja migran yang merupakan pahlawan devisa negara.

Pada tempat lain, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Lombok Timur menyatakan, Hari Migran Internasional yang jatuh pada tanggal 18 Desember merupakan momentum bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk bangkit dari pandemi covid-19.

Ida menuturkan pandemi covid-19 yang terjadi selama hampir tiga tahun telah memengaruhi kondisi pasar kerja global, termasuk bagi para PMI dalam berbagai aspek kehidupan.

Namun, dengan penanganan pandemi yang semakin membaik, seluruh stakeholder yang terlibat dalam proses penempatan diharapkan bangkit dan meningkatkan kualitas perannya supaya masa depan PMI semakin baik dan semakin terlindungi.

Menurut Ida, perbaikan kondisi pasar kerja global dapat dilihat dari semakin banyaknya negara yang membuka penempatan bagi PMI. Saat ini sudah ada sebanyak 77 negara membuka kembali penempatan bagi PMI.

“Pembukaan ini terus mengalami perubahan sesuai dengan aturan protokol kesehatan di negara masing-masing,” kata Ida.

Menaker melanjutkan, perluasan pasar kerja ke luar negeri yang berdampak pada devisa negara bukanlah keberhasilan pemerintah semata, tetapi merupakan keberhasilan bersama antara pemerintah dan para stakeholder, baik kementerian/lembaga terkait maupun swasta.

Dia menyebutkan beberapa pihak itu antara lain BP2MI, pemerintah daerah sampai pemerintah desa, serta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang telah berpartisipasi dan berperan aktif dalam proses penempatan dan pelindungan PMI.

Wakil Ketua DPR, Abdul Muhaimin Iskandar pada kesempatan sama mengingatkan para PMI untuk terus optimistis dan percaya pada pemerintah.

Percaya jika berbagai persoalan migrasi akan dapat terselesaikan oleh negara yang dapat memberi kebaikan bagi semua pihak. []

Advertisement
Advertisement