Bukan Mendapat Peningkatan Kecerdasan Seperti yang Dinarasikan Istana dan Pendukungnya, Puluhan Siswa di Sekolah Ini Tumbang, Kejang Usai Makan MBG
2 min read
JAKARTA – Puluhan siswa SMA dan SD di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, mengalami mual, pusing, sakit perut hingga diare setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis.
Sejumlah siswa harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Motaha setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kejadian itu masih belum dipastikan.
Kepala SMAN 10 Konawe Selatan, La Li, mengatakan keluhan mulai dirasakan sejumlah siswa sejak sore hingga malam hari setelah mereka menyantap MBG yang dibagikan sebelumnya.
Gejala tersebut kembali terlihat ketika para siswa datang ke sekolah pada hari berikutnya. Beberapa di antara mereka mengalami sakit perut dan berulang kali pergi ke toilet sehingga pihak sekolah memutuskan membawa mereka ke puskesmas.
“Kemarin mereka mengonsumsi MBG. Setelah pulang ke rumah, ada yang mual-mual sampai buang air besar atau mencret. Tadi saat tiba di sekolah, mereka mulai keluar masuk WC. Karena terlalu banyak yang menderita sakit perut, langsung kami arahkan ke puskesmas,” ujar La Li saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (14/10/2026).
Keluhan serupa juga dilaporkan dialami murid dari sejumlah sekolah dasar di sekitar wilayah tersebut. Mereka di antaranya berasal dari SD Negeri 1 Angata dan SD Negeri 4 Angata.
Banyaknya siswa yang membutuhkan pertolongan membuat pelayanan dik Puskesmas Motaha dipadati pasien. Keterbatasan ruang perawatan dan tempat tidur menyebabkan sebagian siswa terpaksa ditangani di atas alas karpet yang dibentangkan di lantai.
Petugas medis memberikan penanganan sesuai kondisi pasien. Sejumlah siswa terlihat mendapatkan cairan infus dan bantuan oksigen, sementara orang tua mereka menunggu perkembangan kondisi anak-anaknya.
Di antara laporan yang muncul, terdapat pula siswa yang disebut mengalami kejang. Namun, kondisi medis siswa tersebut dan kaitannya dengan kejadian yang dialami para pasien lainnya masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Menyusul kejadian tersebut, pihak SMAN 10 Konawe Selatan memutuskan menolak sementara distribusi MBG pada hari kejadian. Langkah itu diambil setelah sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan dan harus mendapatkan perawatan.
La Li menyebut makanan yang dibagikan kepada para siswa berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Punggaluku.
“Untuk sementara, MBG hari ini saya selaku kepala sekolah menolak dulu. Kejadian ini juga sudah dilaporkan kepada pemerintah kecamatan. Camat langsung menuju lokasi karena ada anggotanya yang turut dirawat,” katanya.
Pihak sekolah juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah kecamatan. Camat setempat kemudian menuju lokasi setelah menerima laporan mengenai siswa dan anggota masyarakat yang menjalani perawatan.
Hingga berita ini ditulis, jumlah pasti siswa yang mengalami gangguan kesehatan belum diketahui. Para siswa masih mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Mowila, tim telisik.id terus berupaya mengumpulkan informasi lebih lanjut. []
Sumber Telisik
