November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dalam Sepekan, 5 BMI Kecopetan

2 min read
-

HONG KONG – Ditengah-tengah ketatnya sistem penjagaan keamanan di Negeri Beton, masih sering terdengar berbagai peristiwa kejahatan, baik kekerasan, pemerkosaan, pelecehan seksual, maupun pencurian serta perampokan. Pencurian dengan berbagai modus dan cara sering kali berlangsung sukses tanpa disadari korbannya saat berlangsungnya peristiwa. Korban menyadari beberapa saat ketika mengetahui barang yang menjadi hak miliknya hilang tidak pada tempatnya.

Dalam sepekan ini, Apakabaronline.com menerima pengakuan dari 5 BMI yang menjadi korban pencopetan. Tak satupun dari mereka yang mengatahui siapa pelaku dan di koordinat mana persisnya mereka dijahili pencopet.

WOW! Indonesia ”EKSPOR” Copet Ke Hong Kong

5 BMI tersebut menjadi korban aksi pencopetan di 3 lokasi. 1 BMI di kaawasan pasar Tsuen Wan, 2 BMI di seputaran pasar Causeway Bay, dan 2 BMI di seputaran pasar North Point. Sudah bukan rahasia lagi, tiga lokasi tempat ke lima BMI menjadi korban pencopetan ini cukup populer terdengar korban pencopetan menyuarakan jeritannya.

Handayani, salah satu korban kecopetan yang kehilangan dompet berisi uang, ATM, serta kartu pengenal berpesan, sebaiknya jika jalan-jalan, simpanlah dompet di tas ransel bagian dalam.

Pencopet Di City Bus Hong Kong Diadili

“Saya sudah kedua kalinya kecopetan. Pertama, setahun yang lalu pas naik MTR dari CWB ke Jordan, keduakalinya hari Rabu (04/10) kemarin, pas belanja di pasar Causeway Bay. “ terangnya.

“Pengalaman saya, supaya aman dari jarahan copet, pakailah tas model ransel yang kuat, lalu naruhnya dii depan, jangan di ppunggung. Dompetnya, taruh di daku paling dalam, paling belakang. Jangan di saku depan” pesan Handayani.

Bisa jadi, 5 BMI yang menjadi korban pencopetan dalam pekan ini hanyalah segelintir dari puluhan, atau mungkin lebih banyak lagi korban pencopetan. [Asa]

Advertisement
Advertisement