May 1, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dirjen Imigrasi : Sumbangsih Pendapatan dari Pekerja Migran Mencapai Rp. 433 Triliun

2 min read

JAKARTA – Dirjen meresmikan fasilitas lounge khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Fasilitas ini disediakan sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi besar pekerja migran bagi negara.

“Sepanjang tahun 2025, PMI tercatat menyumbang devisa sekitar Rp 430–433 triliun,” ujar Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko saat peresmian Lounge PMI di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada Rabu 29 April.2026.

Devisa tersebut, kata Hendarsam, menjadikannya salah satu penyumbang terbesar setelah sektor migas.

Ia menyebut, angka tersebut sebagai capaian yang menunjukkan peran strategis PMI bagi perekonomian nasional. “Angka ini sangat besar dan patut kita apresiasi. Mereka bekerja bukan hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk negara dan bangsa,” kata Hendarsam.

Ia menambahkan, kehadiran lounge PMI merupakan bentuk nyata perhatian negara kepada para pekerja migran. Selama ini, fasilitas lounge identik dengan layanan berbayar dan kalangan menengah ke atas. Namun kini, PMI mendapatkan akses gratis sebagai bentuk penghormatan.

“Ini adalah persembahan kami untuk para pahlawan devisa. Negara harus hadir, imigrasi harus hadir, memberikan pelayanan terbaik,” kata Hendarsam.

Selain ruang istirahat, lounge tersebut menyediakan minuman dan makanan ringan gratis bagi para PMI. Fasilitas ini juga menampilkan produk-produk hasil karya warga binaan pemasyarakatan. Hal ini merupakan bagian dari sinergi antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam satu kementerian.

“PMI kami harapkan juga menjadi duta UMKM Indonesia di luar negeri, membawa kebanggaan terhadap produk dalam negeri,” kata Hendarsam.

Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Banten Komisaris Besar Budi Novijanto menjelaskan,  bahwa fasilitas ini akan sangat membantu pelayanan bagi PMI yang baru kembali dari luar negeri.

“Lounge ini mempermudah kami dalam memberikan layanan kepada pekerja migran yang tiba. Ini bukan mengambil alih peran, justru memperkuat sinergi,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, devisa dari PMI mencapai sekitar Rp 430 triliun dalam satu tahun. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan peningkatan penempatan PMI hingga minimal 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Budi, PMI Indonesia  didominasi oleh pekerja asal Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, serta Banten, dengan negara tujuan utama seperti Hong Kong, Taiwan, Malaysia, dan sejumlah negara Eropa.

Di sisi lain, BP3MI Banten juga aktif melakukan pencegahan terhadap keberangkatan ilegal. Pada triwulan pertama 2026, tercatat sekitar 300 calon pekerja migran berhasil dicegah dari keberangkatan non-prosedural, dengan tujuan utama ke Timur Tengah, Malaysia, dan Kamboja. []

Sumber Tempo

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply