July 17, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Disnakertrans Jawa Timur Terus Memperkuat Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia

2 min read

JAKARTA – Badan Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Program Pembekalan Keterampilan dan Bahasa bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Kantor Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini menjadi forum koordinasi untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi antarlembaga, serta mematangkan pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas CPMI di Jawa Timur.

Rapat koordinasi diikuti oleh 35 peserta yang merupakan perwakilan dari 16 Balai Latihan Kerja (BLK) se-Jawa Timur. Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas CPMI sebagai upaya menyiapkan calon Pekerja Migran Indonesia yang kompeten, berdaya saing, dan siap memasuki pasar kerja internasional.

Kegiatan dibuka dengan sambutan sekaligus arahan dari Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga pelatihan dalam mencetak calon Pekerja Migran Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan negara penempatan.

Ketua Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) BP3MI Jawa Timur, Raden Bagus Marseto, menyampaikan Program Peningkatan Kapasitas CPMI merupakan langkah strategis untuk memastikan CPMI memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional.

“Program Peningkatan Kapasitas CPMI bukan sekadar memberikan pelatihan keterampilan dan bahasa, tetapi juga menjadi upaya bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di pasar kerja global. Sinergi antara BP3MI dan Disnakertrans Jatim, serta BLK menjadi kunci agar pelaksanaan program ini dapat berjalan optimal dan menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan negara penempatan,” ujar Raden Bagus Marseto.

Ia menambahkan bahwa, koordinasi yang solid dengan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung penyelenggaraan pelatihan secara efektif, mulai dari penyusunan kurikulum, pemenuhan standar lembaga pelatihan, hingga penguatan bahasa dan keterampilan bagi CPMI.

“Kami berharap seluruh lembaga pelatihan dapat menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi sehingga program ini mampu meningkatkan daya saing Pekerja Migran Indonesia serta mendukung penempatan yang aman, prosedural, dan sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri,” tutupnya.

Diskusi berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab yang diikuti antusias oleh seluruh peserta. Berbagai masukan dan kendala yang dihadapi lembaga menjadi bahan evaluasi bersama untuk menyempurnakan pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas CPMI agar semakin efektif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, bersama Kepala Bidang Pelatihan Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Arief Khamzah, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas CPMI. Keduanya berharap sinergi antara BP3MI Jawa Timur, Disnakertrans, dan BLK dapat terus diperkuat untuk menghasilkan CPMI yang memiliki keterampilan, kemampuan bahasa, serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.

BP3MI Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelatihan bagi CPMI. Diharapkan, pelaksanaan Program SMK Go Global dapat berjalan secara optimal dan mampu mencetak Pekerja Migran Indonesia yang profesional, kompeten, serta siap bekerja secara prosedural dan mendapat pelindungan yang optimal di negara penempatan. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply