November 6, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga dan Purna Migran, Pemerintah Lakukan Pemberdayaan

3 min read

JAKARTA – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah terus memperkuat pemberdayaan ekonomi Purna Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya melalui pengembangan keterampilan usaha produktif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran BP3MI Sulawesi Tengah dalam penutupan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram Batch 4 sekaligus koordinasi persiapan Literasi Keuangan dan Lomba Desa Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Terbaik di Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, pada Selasa (3/11/2026).

Pelatihan budidaya jamur tiram yang berlangsung selama 14 hari tersebut diikuti oleh Purna Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan serta membuka peluang usaha berbasis potensi lokal. Pemilihan komoditas jamur tiram didasarkan pada minat peserta dan peluang pengembangan usaha yang dinilai memiliki prospek pasar, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Palu dan sekitarnya.

Ketua Tim Pelindungan dan Pemberdayaan BP3MI Sulawesi Tengah, Merli Nancy Riga, menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan Purna Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya memiliki kesempatan untuk membangun kehidupan ekonomi yang lebih mandiri setelah kembali ke daerah asal.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sampai di sini, tetapi benar-benar dikembangkan menjadi usaha produktif yang berkelanjutan. Pemberdayaan Purna PMI bukan hanya tentang memberikan keterampilan, melainkan bagaimana membuka peluang bagi mereka untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga,” ujar Merli.

Sementara itu, perwakilan penyelenggara pelatihan dari Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Palu, Hendra, menyampaikan bahwa pelatihan budidaya jamur tiram dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri maupun dikembangkan secara berkelompok.

“Budidaya jamur tiram memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan karena dapat dikembangkan dengan memanfaatkan lahan dan sarana yang relatif sederhana. Kami berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh, mulai dari proses budidaya, perawatan, hingga pemasaran hasil produksi, sehingga keterampilan ini mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” ungkap Hendra.

Selain menghadiri penutupan pelatihan, BP3MI Sulawesi Tengah turut melakukan koordinasi bersama Pemerintah Desa Langaleso terkait persiapan pelaksanaan kegiatan Literasi Keuangan yang direncanakan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pegadaian sebagai narasumber. Kegiatan tersebut ditargetkan diikuti oleh 50 peserta dengan prioritas Purna PMI, pelaku usaha, dan masyarakat binaan desa guna meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, serta pemanfaatan layanan keuangan secara bijak.

Dalam kesempatan yang sama, koordinasi juga difokuskan pada kesiapan Desa Langaleso mengikuti Lomba Desa Pelindungan PMI Terbaik. Sebagai salah satu Desa Migran Emas di Sulawesi Tengah, Desa Langaleso dinilai memiliki sejumlah potensi pendukung, mulai dari keberadaan Pekerja Migran Indonesia dan Purna Pekerja Migran Indonesia, pelaksanaan program pemberdayaan, hingga pengembangan usaha produktif masyarakat.

Untuk mendukung proses seleksi menuju 10 besar, BP3MI Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Desa Langaleso melakukan penguatan administrasi dan pemenuhan dokumen pendukung, meliputi pendataan calon PMI, Purna Pekerja Migran Indonesia beserta keluarganya, usaha produktif Purna PMI, data anak PMI, laporan Pos Keamanan Desa, SOP Satgas Desa, serta penyempurnaan profil Desa Migran.

Merli menegaskan bahwa keikutsertaan Desa Langaleso dalam ajang tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran pemerintah desa dalam memberikan pelindungan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin Desa Langaleso tidak hanya menjadi desa yang aktif dalam memberikan pelindungan kepada pekerja migran, tetapi juga mampu menjadi contoh dalam membangun kemandirian ekonomi Purna Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap Desa Langaleso dapat menjadi desa yang semakin maju, aman, dan sejahtera,” tambah Merli.

BP3MI Sulawesi Tengah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan informasi mengenai Program SMK Go Global dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), yang memberikan kesempatan peningkatan kompetensi melalui pelatihan gratis bagi masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri secara prosedural.

Melalui sinergi antara BP3MI Sulawesi Tengah, lembaga pelatihan, dan Pemerintah Desa Langaleso, berbagai program pelindungan dan pemberdayaan diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkesinambungan. Kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat Desa Migran Emas sebagai pusat edukasi migrasi aman, peningkatan keterampilan, serta pengembangan ekonomi produktif bagi Purna Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply