September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Geregetan, Seorang PMI Nekat Cekik Suami Hingga Meninggal Dunia

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Kisah tragis kembali mendera rumah tangga pekerja migran Indonesia. Buah dari berpisah dengan keluarga dan pasangan, bertahun-tahun hidup di negara penempatan, seringkali membawa sisi lain yang menimbulkan permasalahan.

Seperti yang terjadi pada rumah tangga PMI asal Masigit Etan, Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten ini. PMI yang bernama Holiyah (56) nekat membunuh suaminya dengan cara mencekik karena geregetan.

Bagaimana tidak, Holiyah yang pergi keluar negeri selama 8 tahun, baru pulang kali ini. Namun sesampai di rumah, Asni (55) sang suami justru mengajak Holiyah untuk menikah ulang lantaran Asni merasa selama 8 tahun diantara keduanya tidak ada komunikasi, tidak pernah bertemu dan sebagai suami, Asni tidak bisa memberi nafkah lahir batin.

Rupanya isi kepala Asni dengan Holiyah berbeda. Holiyah menganggap pemikiran suaminya berlebihan dan mengada-ada.

Bahkan, hingga dua bulan Holiyah berada di kampung halaman, Asni tidak pernah sama sekali menyentuh Holiyah.

Terakhir, saat Holiyah sudah benar-benar “kebelet” ingin di hoho hihe suaminya setelah 8 tahun berpuasa, Asni masih kekeh menolak melakukan, dengan alasan harus “mbangun nikah” atau menikah ulang supaya halal.

Mendengar penuturan Asni, Holiyah yang dalam kondisi sudah sangat tinggi libidonya tak mampu lagi menahan emosi.

Peristiwa tersebur terjadi pada Selasa 31 Agustus 2021 malam.

Asni pun juga tersulut emosi. Tubuh Holiyah dibenturkannya ke tembok kamar karena tidak mau menjauhi tubuhnya dan kekeh ingin menyentuh Asni suaminya.

Menyadari mendapat perlakuan kasar, Holiyah melawan.

“Saya dijedotin ke tembok. Saya tidak mau, tapi diseret-seret terus. Lalu tangan saya digigit, ditonjok. Saya balas nonjok lagi. Saya mukul-mukul dia saking sakitnya, dia gigit tangan saya,” tuturnya.

Dia menambahkan saat itu jari tangan kanannya masuk mulut suaminya dan digigit. Agar bisa lepas, Holiyah menekan kedua jempol tangannya ke tenggorokan suaminya. Tak sadar tindakan Holiyah membuat suaminya tercekik.

Saat jari tangannya dilepas dari gigitan suaminya, Holiyah langsung lari ke kamar lainnya dan mengunci kamarnya selama 45 menit. Dia pun tak tahu jika tindakan itu membuat suaminya tewas.

Akibat perbuatannya, Holiyah pun diamankan Kepolisian Polres Serang. Dia mengaku menyesal setelah melakukan perbuatan yang menyebabkan suaminya tewas.

Spontan, Holiyah mencekik leher Asni yang dalam posisi lengah diatas pembaringan, hingga Asni tidak bisa bernafas dan kemudian meninggal dunia. []

Sumber Teras Banten

Advertisement
Advertisement