October 23, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Harga Dasar Tiket Pesawat Berpotensi Naik 20% di 2027

2 min read

JAKARTA – Harga tiket pesawat diprediksi mengalami kenaikan tajam pada 2027, bahkan berpotensi mencapai 20 persen. Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya harga bahan bakar pesawat, meningkatnya pajak penerbangan, serta berkurangnya kapasitas penerbangan akibat kebangkrutan dan konsolidasi sejumlah maskapai.
Melansir Euro News, Chief Executive Officer (CEO) Ryanair, Michael O’Leary, memperkirakan kenaikan tarif tersebut dapat menjadi yang terbesar dalam sejarah penerbangan Eropa selama 12 bulan ke depan.

“Tarif penerbangan di Eropa akan naik tahun depan, menurut saya sebesar 10, 15, bahkan mungkin 20 persen,” ujar O’Leary dalam konferensi pers di Brussel, Belgia, Selasa (20/10/26).

Harga Bahan Bakar Pesawat Melonjak
Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga tiket adalah lonjakan harga bahan bakar pesawat. Konflik Iran yang berdampak pada pasokan minyak dunia turut meningkatkan tekanan terhadap industri penerbangan.

Menurut pemantauan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), harga rata-rata bahan bakar pesawat di Eropa dan negara-negara CIS mencapai US$207,61 per barel pada pekan yang berakhir 16 Oktober 2026. Angka tersebut melonjak hampir 128 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini menjadi tantangan bagi maskapai yang tidak memiliki perlindungan harga bahan bakar melalui kontrak lindung nilai (fuel hedging).

O’Leary mengatakan, Ryanair dan sejumlah maskapai Eropa masih memiliki perlindungan terhadap kenaikan harga bahan bakar selama 2026. Namun, perlindungan tersebut akan jauh lebih terbatas mulai April 2027.

Ia menyebut Ryanair telah mengamankan sebagian besar kebutuhan bahan bakarnya pada harga sekitar US$67 per barel untuk tahun ini. Sementara itu, untuk 2027, sekitar 85 persen kebutuhan bahan bakar perusahaan belum terlindungi dari fluktuasi harga pasar.

Kondisi serupa diperkirakan dialami oleh sejumlah maskapai Eropa lainnya. Jika harga bahan bakar tetap tinggi, perusahaan penerbangan berpotensi meneruskan kenaikan biaya operasional kepada penumpang melalui harga tiket yang lebih mahal.

Kenaikan ini menjadi tantangan bagi maskapai yang tidak memiliki perlindungan harga bahan bakar melalui kontrak lindung nilai (fuel hedging).

O’Leary mengatakan, Ryanair dan sejumlah maskapai Eropa masih memiliki perlindungan terhadap kenaikan harga bahan bakar selama 2026. Namun, perlindungan tersebut akan jauh lebih terbatas mulai April 2027.

Ia menyebut Ryanair telah mengamankan sebagian besar kebutuhan bahan bakarnya pada harga sekitar US$67 per barel untuk tahun ini. Sementara itu, untuk 2027, sekitar 85 persen kebutuhan bahan bakar perusahaan belum terlindungi dari fluktuasi harga pasar.

Kondisi serupa diperkirakan dialami oleh sejumlah maskapai Eropa lainnya. Jika harga bahan bakar tetap tinggi, perusahaan penerbangan berpotensi meneruskan kenaikan biaya operasional kepada penumpang melalui harga tiket yang lebih mahal. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply