Hasil Panen Memuaskan, Pendampingan Mantan PMI Petani Rumput Laut Dinilai Berhasil
2 min read
JAKARTA – Program kewirausahaan dan pengembangan usaha produktif bagi Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya yang dilaksanakan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara menunjukkan hasil yang positif. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan BP3MI Kalimantan Utara terhadap peserta program yang telah mengikuti pelatihan pada November 2025 pada Selasa (17/6/2026).
Hasil monitoring terhadap Kelompok Pekerja Migran Indonesia Mamolo Garda Terdepan menunjukkan bahwa usaha budidaya rumput laut yang dikembangkan oleh anggota kelompok binaan BP3MI Kalimantan Utara berkembang dengan baik. Hasil panen yang diperoleh dinilai memuaskan dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas serta kesejahteraan keluarga Pekerja Migran Indonesia dan masyarakat sekitar.
Kepala BP3MI Kalimantan Utara, Andi M. Ichsan, mengatakan kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pengembangan usaha berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun sejak pelatihan diberikan.
“Monitoring dan evaluasi menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kerugian, mengoptimalkan efisiensi operasional usaha, serta menyesuaikan arah kebijakan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” ujar Andi.
Menurut Andi, kegiatan monitoring dan evaluasi juga bertujuan untuk menilai efektivitas strategi usaha yang dijalankan, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi peserta, serta memberikan pendampingan agar usaha yang dikembangkan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Penyuluh Ahli Madya Kementerian Kelautan dan Perikanan, M. Yacub beserta tim, Ketua RT 11 Tanjung Harapan Habir, Ketua Kelompok Pekerja Migran Indonesia Mamolo Garda Terdepan Gazali, serta anggota kelompok.
Dalam kesempatan tersebut, Andi mengapresiasi semangat dan kerja keras para anggota kelompok yang berhasil mengembangkan usaha produktif pascapelatihan. Menurutnya, keberhasilan budidaya rumput laut tersebut menjadi bukti bahwa program pemberdayaan ekonomi bagi Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya mampu menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Selain melakukan monitoring usaha produktif, BP3MI Kalimantan Utara juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan jalur resmi dan prosedural apabila ingin bekerja ke luar negeri.
Andi menegaskan bahwa keberangkatan melalui prosedur yang sah akan memberikan pelindungan yang lebih baik bagi Pekerja Migran Indonesia serta menjadi langkah penting untuk memitigasi risiko penempatan ilegal dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Melalui sinergi antara pemerintah, kelompok masyarakat, dan Pekerja Migran Indonesia purna, BP3MI Kalimantan Utara optimistis program pengembangan usaha produktif akan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga Pekerja Migran Indonesia di daerah. []
