December 10, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Hukumnya Sunnah, Lakukan Hal-Hal Berikut ini Terhadap Bayi yang Baru Lahir

4 min read

JAKARTA – Kelahiran bayi ke dunia menjadi sebuah momen yang patut orang tua syukuri. Meski tidak ada ketentuan pasti tentang bagaimana orang tua harus menyambut bayi mereka, namun ada sejumlah hak dari bayi baru lahir atau sunnah yang harus orang tua penuhi.

Seperti yang dikatakan oleh Nabi SAW:

“Ketika ada manusia yang lahir, setan mencubit tubuh dengan dua jarinya, kecuali Isa putra Maryam, yang setan coba cubit tapi gagal, karena ia malah menyentuh plasenta” Hadits Bukhari.

 

Sunnah Ketika Bayi Baru Lahir

Dengan melakukan seluruh hak dan sunnah bayi baru lahir, InsyaAllah dapat  melindungi bayi dari niat jahat setan. Berikut ini sunnah yang harus dilakukan ketika bayi baru lahir, seperti dikutip Orami.co.id dari A-Z Islam.

 

  1. Dikumandangkan Azan

Sunnah bayi baru lahir yang pertama adalah azan. Begitu bayi itu lahir, orang tua disunnahkan untuk mengumandangkan azan ke telinga kanan dan ikamah di telinga kiri. Ini memiliki arti untuk mengenalkan bayi kepada Allah SWT dan tugasnya di dunia. Tradisi ini telah dimulai sejak zaman Nabi.

Mayoritas ulama meliputi ulama mazhab Hanafi, ulama mazhab Syafi’i, dan ulama mazhab Hanbali menegaskan, mengazani bayi hukumnya sunnah. Syekh Ibnu Abidin dari mazhab Hanafi menuturkan: “Pembahasan tentang tempat-tempat yang disunnahkan mengumandangkan azan untuk selain (tujuan) salat, maka disunnahkan mengazani telinga bayi.” (Muhammad Amin Ibnu Abidin, Raddul Muhtar Ala Ad-Durril Mukhtar, juz 1, h. 415).

Mengutip Umma.id, hikmah mengapa bayi baru lahir diazani, adalah supaya yang pertama kali didengar oleh telinga anak itu adalah kalimat Allah. Seperti kata syahadat agar kelak besar bisa terbiasa dalam menunaikan ibadah salat 5 waktu. Dan bertumbuh menjadi anak yang baik bagi masyarakat. Karena sebenarnya ada doa dalam setiap ucapan azan itu sendiri yang suatu saat bayi tersebut akan mengerti.

Hadis sunnah yang dianjurkan Rasullullah SAW adalah sebagai berikut:

“Barangsiapa yang melahirkan seorang anak, lalu dikumandangkan azan pada telinga kirinya, maka dia tidak akan dicelakakan oleh Ummu Shibyan” (HR.IbnuSinni).

 

  1. Diberi Nama yang Baik

Pemberian nama adalah salah satu sunnah yang paling penting yang harus dilakukan untuk bayi yang baru lahir. Nama berisi doa dan harapan dari orang tua kepada si bayi.

Tinggalkan tradisi membuat nama yang terlalu panjang. Kita harus mencontoh Nabi Muhammad SAW. Dan nama juga lebih baik tidak disingkat saat dipanggil, agar bisa mendapat berkahnya. Sebab rata-rata nama umat muslim pada masa nabi jika diperhatikan, memiliki satu nama saja.

Memberikan Nama yang baik juga dipengaruhi oleh niat. Pilihan nama sendiri bisa diambil dari sahabat-sahabat nabi pada zamannya. Dan sebagai orang tua lebih baik mengetahui arti nama bayi atau anaknya. Lalu diusahakan untuk tidak sembarangan dalam memberi nama. Bisa saja itu mempengaruhi perilaku pada saat anak itu tumbuh besar.

 

  1. Aqiqah

Menurut sunnah, bayi laki-laki berharga setara dua kambing, sedangkan bayi perempuan hanya berharga satu ekor kambing.

Dilaporkan oleh Abdullah bin al-As bahwa Nabi pernah berkata, “Kepada siapa pun seorang anak lahir dan dia ingin melakukan pengorbanan Aqiqah atas nama itu, dia harus mengorbankan dua kambing untuk seorang anak laki-laki dan satu kambing untuk seorang anak perempuan” Hadits Abu Daud.

Namun jika orang tua tidak sanggup memotong dua ekor kambing untuk bayi laki-laki, maka satu ekor kambing pun tidak apa-apa.

Waktu aqiqah sendiri dilaksanakan pada hari ketujuh. Jika tidak bisa dilaksanakan di hari itu maka pada hari ke empat belas, namun jika tak bisa juga maka dilakukan pada hari ke dua puluh satu.

Imam Ahmad berkata: “Disembelih pada hari ketujuh, jika tidak dilakukannya, maka pada hari keempat belas dan jika tidak dilakukannya, maka pada hari kedua puluh satu.”

Dalam melakukan aqiqah sendiri terdapat beberapa aturan. Kambing yang menjadi kurban haruslah berusia setahun lebih dan tidak boleh krang. Jika yang dikurbankan berupa biri-biri atau domba maka usianya pun harus satu tahun atau di atas itu.

Meski demikian, jika tidak ada biri-biri yang berusia satu tahun, maka diperbolehkan untuk kurban biri-biri dengan usia mendekati satu tahun.

 

  1. Mencukur Rambut

Mencukur rambut bayi yang baru lahir adalah bagian dari aqiqah. Ini juga merupakan tradisi yang masih berlaku di sebagian besar negara-negara Islam di seluruh dunia.

Jumlah rambut yang dicukur harus setara dengan perak dan emas, yang kemudian disumbangkan ke orang yang membutuhkan.

Ternyata ada aturan yang tidak boleh dilanggar saat mencukur rambut bayi. Kita dilarang untuk mencukur dengan modal qaza’ atau yang biasa dikenal dengan mencukur sebagian rambut di kepala dan meninggalkan sebagian yang lain. Beberapa tindakan mencukur rambut yang disebut qaza’ adalah;

Mencukur rambut secara acak

Mencukur bagian tengah kepala dan meninggalkan pinggir-pinggirnya

Mencukur pinggir-pinggir kepala dan meninggalkan bagian tengahnya

Mencukur bagian depan kepala dan meninggalkan bagian belakang

 

  1. Dikhitan

Khitan dalam Islam adalah kewajiban dengan alasan kebersihan. Khitan menghilangkan beberapa penyakit potensial di masa depan ketika bayi sudah dewasa. Sangat direkomendasikan bahwa bayi dikhitan ketika dia baru lahir.

Dikisahkan oleh Abu Hurayah, saya mendengar Nabi berkata “Lima praktik adalah karakteristik dari Fitrah: sunat, mencukur rambut kemaluan, memotong kumis pendek, memotong kuku dan menipiskan rambut ketiak.” Hadits Bukhari.

 

  1. Mendapatkan ASI

Tidak ada makanan di dunia yang lebih baik dari ASI, dan tidak ada yang lebih bergizi dari itu. Menyusui lebih dari sekadar memberikan ASI kepada bayi, ini juga saatnya untuk menciptakan ikatan antara ibu dengan anak.

 

  1. Diadopsi

Beberapa bayi dilahirkan kurang beruntung tanpa adanya orang tua, misalnya orang tuanya meninggal selama persalinan, serta tidak ada wali untuk membesarkan mereka. Kondisi tersebut membuat bayi harus diadopsi.

Ada beberapa aturan adopsi dalam Islam yang harus diikuti, seperti keluarga biologis tidak boleh disembunyikan dan anak harus tahu bahwa mereka diadopsi, serta tidak diperlakukan secara berbeda.

 

  1. Dikunjungi

Dalam Islam, mengunjungi seorang saudara yang baru saja memiliki bayi adalah kewajiban untuk mempertahankan kekerabatan.

Adalah hal biasa bagi keluarga dekat dan kerabat untuk berkunjung dalam waktu seminggu setelah bayi lahir, dan tetangga atau teman-teman akan berkunjung beberapa minggu setelah kelahiran. []

Advertisement
Advertisement