November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Imigrasi Hong Kong Perketat Pengawasan Domestic Helper Yang Akan Ke China

2 min read
-

HONG KONG – Berbagai indisen yang merenggut korban jiwa domestic worker asing termasuk BMI di Hong Kong lantaran dibawa majikannya kemudian diperkerjakan di China memantik reaksi keras Imigrasi Hong Kong. Reaksi ini muncul beberapa saat setelah insiden men inggalnya Buruh Migran Hong Kong asal Filipina di China beberapa waktu yang lalu.

Seperti yang disiarkan oleh Hongkongnews.com, imigrasi Hong Kong akan memperketat pengawasan terhadap pekerja rumah tangga yang akan pergi meninggalkan Hong Kong menuju China. Hal ini mereka maksudkan untuk meminimalkan dampak perdagangan orang serta menghindari insiden serupa terjadi kembali.

 

Baca : [Dikirim Ke Makau, Dijual dan Dilacurkan ]

 

Jika menilik data berbagai media yang pernah menyiarkan perihal pekerja rumah tangga asing di Hong Kong yang dibawa majikan maupun agen ke China, kasus pekerja Filipina ini merupakan kasus yang kesekian kalinya yang pernah terjadi.

 

Baca : [Musim Dingin Ekstrim Renggut Nyawa Seorang PMI ]

 

Beberapa kali Apakabaronline.com menayangkan pemberitaan mengenai beberapa BMI yang mengalami penderitaan saat dibawa agency maupun majikannya untuk di perkerjakan di China. Sederet nama pernah muncul dalam temuan Apakabaronline.com. Bahkan, kasus terpidana mati narkotika, Rita Krisdianti, juga merupakan salah satu BMI Hong Kong yang memiliki pengalaman getir serupa.

 

Baca : [Jalan Pulang Rita Tersandera Sindikat Narkoba ]

 

Korban meninggal, Eka Suryani misalnya. BMI Hong Kong asal Malang yang meninggal dunia di Fujian China ini setelah ditelusuri ternyata juga memiliki proses perjalanan yang sama dengan pekerja Filipina yang meninggal di China beberapa waktu yang lalu.

Kepada Jurnalis Hongkongnews.com, Imigrasi Hong Kong menyatakan, salah satu upaya serius yang dilakukan dalam rangka memperketat pemngawasan terhadap domestic helper asing yang akan meninggalkan Hong Kong adalah dengan melakukan interview lebih mendalam mengenai maksud dan tujuan mereka. Bahkan, jika mereka juga akan melakukan interview terhadap majikan yang akan membawanya.

Bahkan, Departemen Imigrasi Hong Kong juga menyebarluaskan pesan, kepada siapa saja khususnya domestic helper yang akan diajak majikan ke luar Hong Kong untuk diperkerjakan disana atau mengetahui orang lain mengalami nasib serupa, untuk melaporkannya ke petugas Imigrasi.  [Asa/HKN]

Advertisement
Advertisement