April 17, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Indonesia Menjadi Negara Pengirim Pekerja Migran Terbanyak Kedua di Dunia

2 min read
Kepala BP2MI Kawal Langsung Pelepasan 419 PMI dari Senayan-Bandara Soekarno Hatta (Foto BP2MI)

Kepala BP2MI Kawal Langsung Pelepasan 419 PMI dari Senayan-Bandara Soekarno Hatta (Foto BP2MI)

JAKARTA – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menyebut selama 2023 pihaknya telah memberangkatkan sebanyak 12 ribu pekerja ke beberapa negara melalui program Government to Government (G to G). Angka tersebut menempatkan Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara pengiriman penempatan pekerja terbanyak setelah Nepal.

“Sebelum saya memimpin BP2MI, belum pernah melewati angka tujuh ribu, jadi peningkatannya ini hampir dua kali lipat. Ini semua karena perubahan tata kelola penempatan yang dilakukan semakin progresif, sebagai bentuk perlakuan hormat negara kepada para pekerja migran,” ujarnya di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa, 19 Desember 2023.

Benny menuturkan, angka penempatan tenaga kerja secara resmi ke luar negeri ke depannya diharapkan semakin meningkat. Bahkan, lanjutnya, untuk sektor penempatan pun bisa bertambah tidak hanya pada perikanan atau manufaktur saja.

“Mudah-mudahan baik dengan negara Korea Selatan maupun lainnya yang bekerja sama dalam program G to G, dapat penambahan sektor lain yang bisa memberikan daya tarik untuk memprioritaskan tenaga kerja Indonesia. Kami sudah mengajukan penambahan penempatan untuk tenaga konstruksi, logistik dan pertanian,” jelasnya.

Benny menjelaskan, saat ini pihaknya baru melepas keberangkatan 491 orang pekerja migran menuju Korea Selatan dengan skema G to G, melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Menurutnya, ratusan pekerja yang dikirimkan itu merupakan yang terbesar di sektor perikanan, manufaktur, hingga industri.

“Ini adalah pelepasan PMI terbesar dalam sekali berangkat mencapai jumlah 491 orang. Jadi ratusan PMI ini akan bekerja di Korea Selatan dengan beberapa penempatan, seperti sektor fishing dan sektor industri,” katanya.

Benny menambahkan, pihaknya mengirim ratusan pekerja migran tersebut tidak sembarangan, melainkan telah menjalani proses seleksi pendaftaran, hingga pelatihan yang memakan waktu yang cukup lama. Para pekerja migran tersebut dilatih untuk meningkatkan kompetensi, mengadaptasi kurikulum pendidikan, hingga pelatihan penggunaan bahasa Korea Selatan.

“Penempatan pekerja migran ini tidaklah mudah, karena mereka harus dilatih juga berbahasa di negara penempatan, supaya bisa beradaptasi dan menggunakannya selama bekerja di sana. Jadi memang prosesnya sangat panjang,” ungkapnya. []

 

Advertisement
Advertisement