August 7, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Jaga Persaingan Sehat Antar PT Perekrut PMI, Tingkatkan Tata Kelola dan Kapasitas Calon PMI, Pemerintah Lakukan Akreditasi ke Seluruh P3MI

2 min read

JAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggelar Sosialisasi Akreditasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dalam rangka mendukung Program SMK Go Global Tahun 2026.

‎‎Sosialisasi yang digelar di Hotel Le Méridien Jakarta, Selasa (4/8/2026) ini menjadi langkah strategis untuk menguatkan tata kelola kelembagaan, meningkatkan kapasitas pekerja migran Indonesia terampil, serta memperkuat sistem pelindungan secara komprehensif sejak dari hulu.

‎Direktur Jenderal Penempatan, Ahnas, menyampaikan akreditasi P3MI merupakan instrumen penting untuk mengukur kapasitas, tata kelola, dan kepatuhan regulasi guna menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat.

‎‎”Akreditasi P3MI ini menjadi panduan objektif untuk menciptakan persaingan yang sehat. Kami mengajak P3MI mengalokasikan paling sedikit 20 persen dari kuota SIP2MI (Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia) aktif untuk mendukung program direktif Presiden, yaitu SMK Go Global,” ujar Ahnas.

‎‎Ia meminta P3MI memperkuat tiga fokus perbaikan utama, yakni standardisasi kelembagaan, kemitraan ekosistem vokasi, dan pelindungan komprehensif bagi pekerja migran. Menurutnya, keterlibatan aktif P3MI sangat krusial dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di pasar global.

‎‎”Kita harus menguatkan ekosistem vokasi dan memastikan para pekerja migran kita mendapatkan pelindungan terbaik melalui tata kelola yang terstandar,” imbuhnya.

‎‎Selain itu, KP2MI juga menargetkan peningkatan kapasitas pada tahun 2026 yakni sebanyak 40.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) pada sektor-sektor unggulan seperti kesehatan, hospitality, manufaktur, pertanian, serta rencana penilaian akreditasi P3MI bersama PT Sucofindo yang berlangsung pada Agustus hingga Desember 2026.

‎‎Sementara itu, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dwi Setiawan Susanto, menyebut bahwa pelindungan pekerja migran Indonesia harus ditransformasikan dengan memperkuat persiapan di hulu.

‎‎”Pendekatan pelindungan kita ubah secara transformatif. Jika pelindungan di hulu diperkuat melalui penyiapan skill dan regulasi, targetnya 90 persen potensi permasalahan dapat terselesaikan lebih awal,” kata Dwi.

‎‎Ia berharap, program SMK Go Global dapat menjadi branding ekosistem vokasi nasional, serta melahirkan Pekerja Migran Indonesia yang berdaya saing dan profesional di tingkat internasional.

‎‎”Kami ingin tenaga kerja Indonesia tidak hanya bekerja sebagai operator, tetapi juga dibina agar bertransformasi menjadi supervisor, manager, hingga menduduki jajaran manajemen internasional,” ujarnya.

‎‎Melalui sosialisasi ini, pemerintah bersama P3MI bersepakat menyusun Grand Design Strategi Penempatan Bersama serta menargetkan penempatan sejumlah 500.000 pekerja migran Indonesia terampil pada periode 2026 hingga 2029.  []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply