November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kangen Singapura ? Kini Di Kota Madiun Ada Obatnya

2 min read
-

MADIUN – Madiun Raya merupakan kawasan yang banyak warganya memiliki kenangan pernah hidup dan tinggal di luar negeri, khususnya Singapura. Kenangan pernah tinggal baik karena bekerja, maupun hanya karena pernah mengunjungi saja tentu memantik kerinduan tersendiri untuk kembali mengulang momen tersebut.

Bagi warga Madiun Raya yang kangen dengan Singapura, kini tak perlu repot-repot lagi membuat paspor membeli tiket pesawat kemudian mengeluarkan banyak biaya untuk mengobati kerinduan tersebut, pasalnya, di jantung kota Madiun, telah berdiri replika patung Merlion, icon yang tidak bisa lepas dari Singapura.

Patung tersebut menjadi ikon baru kota Madiun. Patung itu berdiri di Taman Sumber Umis, Jalan Pahlawan atau seberang jalan samping gedung Balai Kota Madiun.

Patung yang dilengkapi dengan air mancur itu telah diresmikan oleh Wali Kota Madiun, Maidi Rabu, 30 Desember 2020 malam.

“Patung Merlion ini mudah-mudahan bisa membahagiakan masyarakat dan semakin mendekatkan dengan kesejahteraan (warga kota Madiun),” kata Wali Kota Madiun Maidi, Jumat, 1 Januari 2020.

Maidi mengatakan, patung berwarna putih bersih itu, merupakan salah satu dari beberapa proyek yang terdampak COVID-19.

Dia optimistis patung tersebut bisa menarik wisatawan masuk Kota Pecel Madiun.

”Semua proyek yang tak terdampak COVID-19 telah selesai 100 persen. Salah satunya patung Merlion ini. Kota kita harus bergerak agar ekonomi meningkat. Nah, pergerakan ini karena banyaknya orang yang datang. Karena itu dari sekarang kita benahi kota ini agar banyak yang datang setelah COVID-19,” kata Maidi.

Maidi menambahkan menyusul patung Merlion, pembangunan terkait pariwisata di Kota Madiun bakal dilanjutkan di tahun 2021.

Bangunan itu adalah tiruan Eiffel, Kincir Angin Belanda, dan Tugu Pancasila di depan Pasar Sepoor.

”Tugu Pancasila itu kita buat yang lebih megah ditempat strategis. Semua orang yang masuk Kota Madiun bisa menatap,” kata dia. []

 

Advertisement
Advertisement