June 2, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Karakter dan Sopan Santun pada Setiap PMI adalah Cerminan Luhur Pancasila

2 min read

JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengajak seluruh Pekerja Migran Indonesia untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dan etos kerja di negara penempatan.

Hal ini disampaikannya Menteri Mukhtarudin dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang jatuh hari ini.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia”. Ketentuan tema tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.

Cerminan Peradaban Luhur di Kancah Internasional

Menurut Menteri Mukhtarudin, para pekerja migran bukan sekadar pencari nafkah, melainkan duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di mata internasional.

“Setiap individu yang melangkah ke panggung global memikul tanggung jawab besar sebagai representasi hidup dari wajah Indonesia. Karakter, sopan santun, dan etos kerja yang ditunjukkan oleh pekerja migran merupakan cerminan langsung dari peradaban luhur tanah air,” ujar Mukhtarudin, Senin (1/6/2026).

Menteri Mukhtarudin mengatakan bahwa di tengah keberagaman budaya di tempat mereka bekerja, nilai-nilai Pancasila harus tetap hidup dalam setiap tindakan sehari-hari.

“Bagi para Pekerja Migran Indonesia, setiap interaksi di tempat kerja, setiap penghormatan terhadap perbedaan, dan setiap upaya menyelesaikan persoalan dengan cara yang baik merupakan cerminan nilai yang dibawa dari tanah air,” tuturnya.

Pancasila Tetap Relevan dalam Tantangan Global

Menghadapi dinamika dunia kerja global yang penuh tantangan, Mukhtarudin menegaskan bahwa Pancasila adalah kompas moral yang tidak akan pernah usang. Nilai-nilai gotong royong, musyawarah, dan keadilan sosial harus menjadi identitas yang melekat pada setiap Pekerja Migran Indonesia.

Menteri Mukhtarudin menekankan bahwa nilai-nilai tersebut harus diwujudkan nyata melalui tiga pilar utama, yakni integritas dan etos kerja yang tinggi dengan selalu menjaga kejujuran serta profesionalisme di lingkungan kerja.

Selain itu, kata Menteri, para pekerja migran juga dituntut untuk selalu menghargai sesama dengan menghormati segala bentuk perbedaan budaya, ras, dan agama di negara penempatan.

Terakhir, Menteri Mukhtarudin bilang prinsip musyawarah dan keadilan harus senantiasa dikedepankan, di mana setiap persoalan dan tantangan di dunia kerja diselesaikan melalui dialog yang baik, objektif, dan adil demi menjaga harmoni di kancah global.

“Di tengah masyarakat global yang beragam, Pancasila tetap relevan sebagai pedoman untuk bekerja dengan integritas, menghargai sesama, menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah, dan bertindak adil. Karena sejatinya, menjadi Pekerja Migran Indonesia adalah juga tentang membawa karakter Indonesia ke dunia,” pungkas Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila 2026 ini, Kementerian P2MI berkomitmen untuk terus memperkuat pelindungan dan pembekalan nilai-nilai kebangsaan bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) agar mereka dapat terus berkarya sekaligus menjadi fondasi perdamaian dan persatuan di kancah dunia. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply