June 19, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kebiasaan Sehari-Hari yang Membuat Kerja Otak Menjadi Lemot

3 min read

JAKARTA – Setiap orang menginginkan bisa memiliki otak yang sehat dan brilian. Hanya saja ada kebiasaan yang sering dilakukan padahal hal itu membuat otak lemot.

Dikutip dari sehatq.com, otak lemot merupakan kondisi yang menyebabkan lambatnya kemampuan dalam berpikir.

Penyebab kondisi ini antara lain gangguan aliran darah ke otak, kekurangan vitamin B-12, hingga gejala penyakit tertentu.

Namun ternyata penyebab otak jadi lemot tidak hanya itu, tapi juga bisa disebabkan karena kebiasaan buruk yang sering dilakukan.

Melansir cnnindonesia.com dari berbagai sumber, berikut beberapa kebiasaan buruk yang bisa membuat otak lemot:

  1. Kurang tidur

Merujuk laman WebMd, kurang tidur bahkan sering bergadang, termasuk kebiasaan yang bikin otak lemot. Tak cuma itu, kurang tidur dapat membuat kulit wajah terlihat cepat tua karena kehilangan elastisitasnya.

Penelitian dalam Sleep edisi Desember 2018, dilansir Harvard Health Publishing, keterampilan kognitif seperti memori, penalaran, dan pemecahan masalah akan turun jika kurang tidur.

Selain kesehatan otak menurun dan kulit jadi kendur, metabolisme tubuh juga ikut terganggu karena jadi kurang efektif dalam membakar lemak di tubuh.

 

  1. Kebanyakan makan

Mengutip Business Insider, makan terlalu banyak sampai kekenyangan, menyebabkan otak jadi tidak dapat membangun jaringan koneksi yang kuat untuk membantu Anda berpikir dan mengingat.

Selain itu, kebanyakan makan ini memicu kenaikan berat badan berlebih sampai obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga penyakit terkait masalah otak dan Alzheimer.

Mulai saat ini cek asupan makanan yang dikonsumsi. Pastikan padat nutrisi supaya tubuh tidak mudah lapar mata. Selain itu, usahakan untuk makan sebelum lapar dan sesuai jadwal.

 

  1. Malas gerak atau mageran

Melansir Health Harvard, mageran alias malas gerak adalah kegiatan yang membiarkan tubuh tidak melakukan apa pun. Anda akan lebih banyak duduk, rebahan, atau tiduran dalam waktu lama.

Jika kondisinya sehat dan tidak sedang sakit, jangan memanjakan diri untuk mageran terus-menerus. Setidaknya Anda bisa beres-beres rumah supaya tetap aktif bergerak.

Mageran ini bisa memicu diabetes, hipertensi, penyakit jantung, bahkan penyakit lain yang berkaitan dengan Alzheimer.

 

  1. Mudah stres

Mudah stres sampai mengalami stres kronis, dapat membunuh sel-sel otak dan mengecilkan korteks prefrontal, yang bertanggung jawab untuk memori dan pembelajaran.

Sebisa mungkin Anda perlu cerdas dalam mengelola stress agar tidak kronis. Selain itu, usahakan untuk menghindari hal-hal pemicu stress berlebih.

Cari aktivitas lain di luar yang sekiranya bisa menurunkan kadar stress. Seperti berolahraga, melakukan hobi, sesekali bertemu sahabat dan mengobrol, atau minta bantuan psikolog.

 

  1. Duduk terlalu lama

Meski sedang bekerja dari rumah (work from home/WFH) dan banyak duduk, sesekali Anda perlu peregangan tubuh sambil memperbanyak jalan-jalan di sekitar rumah.

Sebuah studi 2018 di PLOS One menemukan bahwa terlalu banyak duduk berkaitan dengan perubahan di bagian otak yang penting untuk memori.

Mereka yang duduk paling lama memiliki wilayah lobus temporal medial (MTL) lebih tipis. Menurut ahli, penipisan MTL dapat menjadi awal dari penurunan kognitif dan demensia.

 

  1. Volume musik terlalu kencang

Mendengarkan musik dengan earphone dan volume suaranya kencang sampai full tidak hanya membuat iritasi gendang telinga, tetapi juga bisa merusak pendengaran secara permanen hanya dalam 30 menit serta memengaruhi fungsi otak jadi rentan lemot.

Batas maksimal volume suara yang direkomendasikan sebaiknya tidak lebih dari 60 persen. Jika lebih dari itu terasa kurang kencang, segera cek kesehatan telinga Anda ke dokter THT.

 

  1. Kebiasaan merokok

Anda masih sering merokok berlebihan? Sebaiknya waspada karena kebiasaan merokok ini bisa mengecilkan otak dan memengaruhi memori atau daya ingat.

Ketika daya ingat menurun, Anda jadi dua kali lipat lebih rentan terkena penyakit demensia, termasuk Alzheimer.

Tak hanya itu, akibat dari merokok juga meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung, diabetes, stroke, kanker, hingga tekanan darah tinggi.

 

  1. Kelamaan diam di tempat gelap

Ruangan redup dan tidak mendapat cahaya cukup bisa menurunkan fungsi otak serta rentan mengalami depresi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sinar matahari sangat membantu menjaga otak Anda agar bekerja dengan baik dan maksimal.

Terutama di pagi hari, usahakan untuk membuka jendela supaya ada banyak cahaya alami yang masuk sekaligus terjadi pertukaran udara.

 

  1. Screen time berlebihan

Screen time berlebihan seperti terlalu lama depan TV, laptop, atau sering scrolling layar hp, memungkinkan berpengaruh pada kesehatan otak.

Kebiasaan yang bikin otak lemot karena screen time ini ikut berdampak pada kesehatan mental, sehingga dikhawatirkan jadi mudah emosional.

Meski era digital memudahkan Anda berkomunikasi dengan siapa saja, mengobrol atau berbicara langsung dan tatap muka, diklaim lebih efektif untuk menjaga kesehatan otak.

Nah, itulah beberapa kebiasaan yang bisa membuat otak kita lemot. Semoga melalui artikel ini, Telisikers bisa cepat menghindari kebiasaan di atas agar bisa produktif. []

Advertisement
Advertisement