October 7, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kenaikan Harga BBM Tak Berpihak pada Kepentingan UMKM

1 min read

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menilai, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai keputusan yang zalim. Sebab, kenaikan harga BBM memukul sektor pertanian, perikanan, dan hasil hutan.

“Kenaikan harga BBM pasti berdampak pada menurunnya produksi industri di seluruh sektor,” kata Johan, di Jakarta, Senin (05/09/2022).

Menurut Johan, keputusan ini sebagai bukti pemerintah tidak mendengar jeritan rakyat kecil. Pemerintah juga telah bersikap acuh atau cuek terhadap derita jutaan nelayan yang terancam tidak bisa melaut akibat tingginya harga BBM.

“Pemerintah telah mati rasa terhadap kesusahan hidup keluarga Indonesia,” kata dia.

Keputusan kenaikan harga BBM ini juga dinilai sangat tidak berpihak pada kepentingan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Karena itu, ia mengajak agar seluruh komponen masyarakat bersatu untuk menolak keputusan ini.

“Coba bayangkan, semua kapal nelayan yang menggunakan mesin 100 persen bergantung pada BBM, sama bergantungnya para petani, tukang ojek, juga para pedagang kecil lainnya,” sambung Johan.

Ia menambahkan, kenaikan harga BBM juga akan berdampak turunnya pendapatan riil setiap rumah tangga di Indonesia sehingga terjadi penurunan konsumsi masyarakat secara keseluruhan. Hal tersebut diperparah dengan inflasi saat ini yang semakin memukul daya beli masyarakat.

“Saya tegaskan bahwa kompensasi tersebut tidak ada gunanya dibanding dampak buruk dari kenaikan BBM, apalagi selama ini ternyata di lapangan banyak bansos atau BLT yang ternyata tidak tepat sasaran dan salah kelola,” kata Johan. []

Advertisement
Advertisement