January 31, 2023

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kepergian Orang Tua Menjadi PMI Diduga Berkontribusi Terhadap Meningkatnya Kasus Pernikahan Dini

2 min read

JAKARTA –  Pernikahan dini di sejumlah wilayah di Indonesia menjadi sorotan. Bahkan, Pengadilan Agama Ponorogo selama tahun 2022 menerima sebanyak 191 permohonan anak menikah dini dimana sebagian besar alasannya anak tersebut hamil dan melahirkan.

Dari 191 pemohonan dispensasi nikah yang masuk, rentang usia terbanyak mengajukan permohonan adalah 15 hingga 19 tahun sebanyak 184 perkara. Sisanya pemohon dispensasi nikah memiliki umur di bawah 15 tahun, yakni 7 perkara.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Femmy Eka Kartika Putri mengatakan ada tiga daerah dengan angka pernikahan dini yang tinggi yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Femmy pun mengatakan tingginya pernikahan dini yang terjadi di tiga daerah tersebut salah satunya akibat lemahnya pengawasan orang tua akibat menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong.

“Daerah-daerah khusus yang sebenarnya perlu perhatian. Ada di beberapa provinsi yang memang tinggi angkanya yang jumlah penduduknya yang besar, jadi itu ada di Jawa Timur, ada di Jawa Barat, dan Jawa Barat,” kata Femmy dikutip dalam keterangan resminya, Senin (16/01/2023).

“Nah, yang menarik adalah orang tua dari anak tersebut, ini perlu menjadi penelitian, jadi di kantong-kantong jadi banyak perkawinan anak itu terjadi ini orang tuanya banyak yang menjadi pekerja migran Indonesia di Malaysia, di Arab Saudi, di Taiwan, dan di Hong Kong. Tapi ini akan kami tindak lanjuti, akan kami kaji lebih lanjut,” katanya.

Oleh karena itu, Femmy meminta hal ini perlu mendapatkan perhatian dari pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah pusat, pemerintah daerah, kabupaten kota, bahkan sampai desa.

“Karena anak-anak itu tersebar di masa saja, dan yang penting adalah dari orang tua, karena mereka itu masih usia anak. Mereka itu harusnya berada di dekat orang tuanya,” katanya.

Femmy pun mengatakan bahwa penyebab utamanya adalah kekosongan dalam pengasuhan anak.

“Kita tahu bahwa Jawa Timur merupakan daerah dengan pekerja migran tertinggi ke Malaysia, tentunya negara-negara lain, Jawa Tengah, Jawa Barat, nah ini sementara yang bisa menjadi salah satu hal mengapa perkawinan anak di tiga daerah itu tinggi,” ujarnya. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply