Ketrampilan dan Jaringan Dibangun, Pensiun Jadi PMI, Midah Sukses Menjadi Pengusaha Olahan Bandeng
3 min read
JAKARTA – Keberhasilan tidak pernah datang dari jalan yang pintas. Bagi Ibu Midah, perjalanan hidupnya adalah cermin dari keteguhan hati, kerja keras, dan keberanian untuk merajut mimpi di tengah keterbatasan.
Semula Midah adalah seorang Pekerja Migran Indonesia yang pernah bekerja di Malaysia. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, kini ia berhasil menjelma menjadi pengusaha sukses olahan ikan bandeng khas Banten yang produknya merambah hingga ke luar negeri.
Berawal dari Tekanan Ekonomi
Kisah ini bermula pada tahun 1999. Berbekal ijazah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dorongan kuat untuk memperbaiki ekonomi keluarga petani di kampung halamannya, Midah yang saat itu baru berusia 18 tahun memutuskan untuk mencari peluang kerja. Melalui informasi lowongan kerja di Disnaker dan proses seleksi yang ketat, Midah berhasil lolos dari puluhan peserta dan berangkat ke Malaysia melalui lembaga pelatihan. Selama dua tahun, ia bekerja di sebuah pabrik manufaktur di kawasan industri Tampoi, Johor Bahru.
“Kehidupan di negeri jiran memberikan banyak pelajaran berharga tentang kedisiplinan dan manajemen kerja. Berkat ketekunan dan kemampuannya adaptasi, saya bahkan sempat dipercaya memegang posisi asisten manajer,” kenang Midah saat ditemua di rumahnya beberapa waktu lalu.
Meski pihak perusahaan menahannya untuk bertahan, Midah teguh pada tekad awalnya: merantau sebagai pekerja cukup dua tahun saja. Ia memiliki tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih mimpi-mimpinya yang sempat tertunda.
Pulang Tanpa Modal, Memulai Lagi dari Nol
Pulang ke Indonesia pada tahun 2001, tak lantas membuat hidupnya langsung bergelimang harta. Selama bekerja di Malaysia, hampir seluruh penghasilannya rutin dikirimkan untuk membantu ekonomi keluarga. Berbekal sisa uang pengembalian pajak yang tak seberapa, Midah menyadari dirinya belum memiliki modal cukup untuk langsung berwirausaha.
Demi mengumpulkan modal awal, Midah sempat bekerja selama satu tahun di kawasan industri EJIP, Bekasi. Namun, jiwa wirausahanya terus memanggil. Bagi Midah, bekerja di perusahaan orang lain bukanlah cita-cita hidupnya.
Pada tahun 2002, Midah mengambil keputusan berani. Ia memilih merantau ke daerah Serang, Banten, sebuah wilayah di mana tidak ada satu pun orang yang mengenalnya.
“Saya ingin memulai dari nol di tempat di mana tidak ada orang yang kenal saya. Jadi posisi saya seperti apa, tidak ada yang tahu,” ungkap Bu Midah mengenang masa-masa awal perjuangannya.
Melihat peluang dibukanya gerbang Tol Serang Timur kala itu, ia mulai membuka warung kecil-kecilan di sekitar akses tol. Menjual kopi, mie instan, hingga air mineral dus-dusan ia lakoni dengan sabar. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya arus wisatawan ke Banten, Midah melirik potensi usaha kuliner lokal yaitu olahan ikan bandeng.
Inovasi Produk dan Ekspansi Pasar
Midah memahami betul bahwa olahan bandeng adalah oleh-oleh khas Banten yang sangat dicari. Ia pun memfokuskan usahanya pada produksi olahan bandeng sendiri. Tak ingin berhenti di satu produk unggulan seperti sate bandeng, Midah terus mengasah diri melalui pelbagai pelatihan, seminar, hingga bergabung dalam komunitas wirausaha.
Hasilnya, bisnisnya kini melahirkan lebih dari 10 varian produk inovasi olahan bandeng, mulai dari abon bandeng, pangsit abon, kerupuk ikan, bakso, hingga varian kuliner kreatif lainnya.
Kini, setelah lebih dari 25 tahun mengarungi dunia usaha, Midah tidak hanya mengelola bisnis olahan bandeng, tetapi juga mengepakan sayap ke bisnis katering dan pengadaan barang. Usahanya kini mampu menyerap tenaga kerja lokal dengan membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 50 orang karyawan.
Tak hanya menguasai pasar lokal dan nasional melalui jejaring retail serta e-commerce, produk olahan bandeng besutan Midah juga berhasil menembus pasar internasional. Melalui skema agregator, produknya rutin diekspor untuk memenuhi kebutuhan warung-warung Indonesia di Malaysia, Singapura, hingga ke kawasan Timur Tengah. Dari buah kerja kerasnya, kini hasil manis dari konsistensi dan pantang menyerah telah di raih oleh Midah. []
