July 1, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Keutamaan dan Pesan Penting Surat Ad-Dhuha

4 min read

JAKARTA – Surat Ad Dhuha diturunkan ketika Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sudah 6 bulan tidak mendapatkan wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga kaum kafir Mekah menghina Rasulullah.

Rasulullah dikatakan sudah tidak dipedulikan oleh Tuhannya.

Surat Ad Dhuha termasuk golongan surat Makkiyah, yang terdiri dari 12 ayat. Arti Ad Dhuha secara makna adalah “waktu matahari sepenggalahan naik.”

Allah menurunkan surat Ad Dhuha sebagai penegasan bahwa Allah sama sekali tidak meninggalkan Nabi Muhammad. Allah bahkan selalu menjaga utusan-Nya tersebut tanpa terputus.

Dikutip dari PortalJember.com, Ustaz Adi HIdayat menerangkan isi kandungan dari surat Ad Dhuha yakni, Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam yang berasal dari keadaan yatim dan tidak memiliki perlindungan. Pertanda dari Allah Ta’ala menurut Ustaz Adi HIdayat, bahwa kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dan dakwahnya akan bertambah baik dan semakin berkembang.

Surat Ad Dhuha dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat, melarang menghina anak yatim dan menghardik orang-orang yang minta-minta. Sebab surat Ad Dhuha menurut Ustaz Adi HIdayat memerintahkan untuk mensyukuri anugerah yang telah diberikan oleh Allah Ta’ala.

Berikut ini bacaan surat Ad Dhuha:

Wad-duha. Wal-laili iza saja. Ma wadda’aka rabbuka wa ma qala. Wa lal-akhiratu khairul laka minal-ula. Wa lasaufa yu’tika rabbuka fa tarda. A lam yajidka yatiman fa awa. Wa wajadaka dallan fa hada. Wa wajadaka ‘a`ilan fa agna. Fa ammal-yatima fa la taq-har. Wa ammas-sa`ila fa la tan-har. Wa amma bini’mati rabbika fa haddis.

Artinya: Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap). Rabbmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). Dan kelak Rabbmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Rabbmu, maka hendaklah kamu siarkan. (QS. Ad-Dhuha: 1-11).

Melansir Islampos.com, berikut ini keutamaan surat Ad Dhuha:

 

  1. Mengingatkan manusia untuk selalu bersyukur

Allah SWT menyayangi hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersyukur. Surat Ad Dhuha ayat 11 berbunyi, “Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)”.

Manfaat dari mengucap dan merasa bersyukur adalah selalu merasa cukup dan terhindari dari sikap iri dengki terhadap hal-hal yang tidak kita miliki. Hal ini tentu baik bagi ketenangan hati dan pikiran agar kita terhindar dari stress.

 

  1. Diibaratkan 360 sedekah

“Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?”

Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupimu.” (HR Abu Dawud).

 

  1. Mengajarkan kita untuk berperilaku empati

Sebuah penelitian dari Universitas Islam Negeri Walisongo yang berjudul “Formasi Kecerdasan Sosial dalam Surat Ad Dhuha” menjelaskan bahwa benang merah dari surat sebelas ayat ini adalah formasi kecerdasan sosial dan kandungan sifat empati tinggi yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW (Hidayatullah, 2017).

Manfaat berempati bagi kehidupan di dunia sangatlah nyata. Allah Ta’ala akan membalas segala perlakukan baik dengan perlakuan atau hal yang lebih baik. Begitu pula ketika memiliki empati antarsesama, sebagai manusia sudah selayaknya kita untuk hidup saling tolong menolong.

 

  1. Ghanimah (Harta Rampasan Perang) terbanyak dari salat Dhuha

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersabda, “Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan salat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih).

 

  1. Menjadi tambahan hafalan

Manfaat dari membaca surat Ad Dhuha adalah bisa digunakan untuk tambahan hafalan surat pendek. Menghafal Al-Qur’an memang membutuhkan niat, tekad, dan komitmen maka Anda bisa mulai dengan menghafal surat pendek. Jika Anda mengenal Allah, menghafal kitab-Nya, InsyaAllah Allah Anda akan semakin dekat dengan-Nya.

 

  1. Membuat kita mudah menunaikan ibadah salat Dhuha

Salat Dhuha merupakan salah satu cara untuk mendatangkan rezeki. Insya Allah dengan melaksanakan salat Dhuha, membaca surat Ad Dhuha, dan yakin atas kuasa Allah, kita akan mendapatkan rezeki yang berlimpah. Rezeki ini tentu akan bermanfaat untuk hidup di dunia dan bisa bermanfaat untuk kehidupan akhirat jika kita menggunakannya dengan baik serta bersedekah.

 

  1. Mengajarkan untuk berperilaku baik pada anak yatim

Anjuran ini jelas tercantum dalam Surat Ad Dhuha ayat 9 yang artinya, “Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”

Allah memerintahkan kita untuk tidak berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim. Nabi Muhammad yang merupakan Rasul Allah pun adalah sosok yang sangat menyayangi serta memuliakan anak yatim. Manfaat dari mengimani ayat ini adalah kita terbiasa untuk bersikap baik ke anak yatim dan semua orang.

 

  1. Diampuni segala dosa

“Orang yang salat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah, barang siapa yang selalu mengerjakan salat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan” (HR.Tarmidzi). []

Advertisement
Advertisement