June 14, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Majikan Mengeluhkan Karantina Berubah Menjadi 21 Hari

1 min read

HONG KONG – Sebuah keputusan yang diumumkan beberapa jam sebelum pergantian hari, memperpanjang durasi karantina dari 14 menjadi 21 hari pada Jumat (25/12/2020) kemarin menuai kritik kalangan majikan.

Pasalnya, selain secara biaya mereka harus merogoh kocek lebih dalam, secara teknis juga membuat banyak PRT yang mereka datangkan menjadi terkatung-katung nasibnya setelah 14 hari karantina.

Mengutip Oriental Group, seorang majikan warga Hong Kong bermarga Luo mengaku direpotkan dengan mengurus reservasi hotel karantina yang tidak bisa diperpanjang dari 14 hari menjadi 21 hari karena penuh.

Kalaupun ada, perpanjangan untuk yang 7 hari dilakukan di hotel dengan tarif yang beberapa kali lipat dari hotel yang telah di booking sebelumnya.

Meskipun dengan tarif yang sama sekalipun, Luo mengaku harus mengeluarkan uang hingga HKD 10 ribu untuk membiayai karantina PRT yang akan bekerja padanya. Luo merasa, situasi ini sangat merepotkan.

Dampak dari mengeluarkan biaya HKD 10 ribu bagi kalangan majikan dirasa juga memberatkan lantaran sudah menguras separo bahkan lebih dari pendapatan bulanan sebagian mereka. []

Advertisement
Advertisement