Majikanku Sebenarnya Baik Banget, Tapi Kalau Malam Suaranya Bikin Traveling
2 min read
HONG KONG – Bekerja menjadi PRT dengan tinggal di tempat majikannya tinggal sehari-hari tentu memiliki berbagai sisi. Meski secara ekonomi, tinggal menjadi satu dengan majikan bisa menghemat anggaran sewa tempat tinggal, namun sisi lain dari hal ini kadang-kadang diluar dugaan banyak orang.
Majikan yang terlihat baik-baik saja, gaji tidak pernah telat, sopan, ramah, kadangkadang juga memiliki sisi lain yang membuat seorang PRT menjadi gamang.
Hal tersebut dialami oleh seorang PRT asing asal Indonesia di Hong Kong yang telah 3 tahun lamanya bekerja di majikan terakhir. Majikan kedua sejak pertama kali bekerja di Hong Kong yang tinggal di kawasan Shatin ini menurut seorang PMI berinisial W disebut sangat unik.
Keunikan majikan W dia ketahui sejak tahun pertama bekerja, dimana awalnya dia merasa risih saat malam hendak menuju ke peraduan, W sering mendengar suara leguhan pria dengan nafas terengah engah diantara suara gedebug dan decit springbed. Sebagai perempuan yang berusia 35 tahun dan telah menikah, tentu W bisa memprediksi suara apakah itu.
Awalnya W mengira itu suara dari tetangga apartemen. Namun saat rutinitas membersihkan apartemen termasuk kamar majikannya, W terkejut melihat beberapa benda yang dia duga merupakan sumber suara yang selama ini sering dia dengar saat menjelang tidur malamnya. Benda tersebut berserakan diatas ranjang majikannya yang berstatus duda berusia 45 tahun.
W menemukan sebuah boneka dewasa (sex baby doll toys), termos dewasa, serta krim pelumas. Selain itu, sprei ranjang majikannya tampak bercak kental di beberapa titik.
Temuan W tersebut bukan hanya sekali. Namun sering dia temukan meskipun tidak setiap hari. Dan hampir bisa dipastikan, temuan tersebut didapati sat malam sebellumnya, W terganggu dengan suara berisik leguhan dari arah kamar majikan.
Kini, dalam curhatnya, W mengaku sering dibuat traveling saat mendengar sara leguhan majikannya, terutama setelah dia paham apa yang terjadi.
“saya sangat paham dengan kebutuhan majikan yang disalurkan lewat sex toys tersebut. Untungnya majikan tidak pernah melakukan tindakan yang mengancam saya ke arah kejahatan seksual” tutur W.
Diujung curhatnya, W menyampaikan pernyataan dia memaksakan diri untuk tetap bertahan dengan pertimbangan majikannya tidak pernah mengganggu dirinya dalam hal apapun, baik dan gaji serta fasilitas yan dia terima sangat layak.
Poin yang disampaikan W, terbuka kemungkinan apa yang dialami W juga dalami oleh PMI lain di Hong Kong. Dia berpesan jangan cepat cepat menghakini negatif jika bertemu majikan yang demikian, sebab majikan juga manusia.
“Yang harus kita lakukan adalah menjaga jarak” pungkasnya. []
