August 20, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Memperkokoh Keluarga Pekerja Migran Agar Terhindar dari Perceraian dan Keterjaminan Kasih Sayang Untuk Anak-Anak yang Ditinggal di Kampung Halaman

2 min read
Ilustrasi Foto Istimewa

Ilustrasi Foto Istimewa

JAKARTA – Menurut data, dari 9 juta pekerja migran Indonesia, 70 persennya adalah perempuan dan mayoritas mereka adalah seorang Ibu. Akibatnya, tidak kurang ada 11 juta anak-anak Indonesia yang ditinggal bekerja oleh ayah dan ibunya keluar negeri dengan tujuan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, tema kuliah online Akademi Pekerja Migran Indonesia Partai Keadilan Sejahtera (APMI-PKS) yang dilaksakan pada Ahad, 5 Desember 2021, dengan mengambil tema “Mengokohkan Keluarga Migran” sangat relevan dengan kondisi diatas.

Hadir untuk memberikan sambutan dari Pengurus DPP PKS adalah Ibu Nurul Amalia, SH, MH. Nurul merupakan Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS. Dalam sambutannya, Nurul menyampaikan bahwa tema terkait keluarga, dalam sesi ke III APMI-PKS ini sangat menarik dan sangat substansial artinya bagi kita semua.

Sebagaimana kita sama-sama mengetahui, bahwa keluarga memberikan peran penting bagi entitas kehidupan setiap orang sejak ia dilahirkan sampai kelak dapat hidup mandiri. Keluarga juga merupakan unit terkecil dalam masyarakat sehingga baiknya kualitas keluarga tentu akan menentukan kualitas generasi bangsa ini.

Menurut Nurul, dalam pembahasan masalah yang dialami pekerja migran biasanya  proporsi terbesar yang dibahas lebih banyak dari aspek ekonominya saja. Belum banyak orang yang berfikir dampak sosial pekerja migran terkait dengan keluarga dan anak-anak yang ditinggalkan, apakah keluarga migran tersebut sudah kokoh pondasi atau landasan keluarganya, bagaimana merefleksikan peran ayah dan ibu yang jauh dari keluarga agar kasih sayang tetap tercurahkan sepenuhnya dengan baik.

Menjauhkan potensi kerentanan dari perceraian, bahkan anak-anak yang tumbuh tanpa kasih sayang dari orangtuanya, serta bagaimana para pekerja migran mengatasi kerinduannya kepada keluarga, ini adalah hal yang paling penting. Oleh karena itu, hal ini menjadi sangat krusial untuk dibahas dalam kuliah online APMI, tutup Nurul.

Hadir sebagai pemateri adalah  Kisma Fawzea, S.Psi, atau lebih dikenal dengan panggilan Zeeze. Beliau adalah Co-Founder Rumah Konseling, Konselor dan Penyuluh Masalah Suami Istri dan Keluarga serta Konsultan Rumah Keluarga Indonesia.

Kuliah ini dihadiri kurang lebih 80 peserta online aktif yang tersebar diberbagai wilayah di Indonesia dan enam Negara diluar negeri. Dalam paparannya Zeeze menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang nyaman dengan anggota keluarga, baik anak, suami maupun istri. Misalnya saat berkomunikasi menggunakan cerita, bukan bersifat interogatif, sehingga anak maupun pasangan tidak merasa seperti di interogasi atas aktivitas atau kegiatan yang telah dilakukannya.

Akhirnya, baik anak maupun pasangan tersebut menjadi nyaman ketika berkomunikasi. Selain itu, lingkungan pergaulan yang baik saat tinggal diluar negeri juga menjadi sangat penting, karena hal itu dapat memberikan pengaruh bagi diri kita. Zeeze menegaskan hal-hal semacam itu harus menjadi perhatian serius agar nantinya tujuan utama bekerja keluar negeri demi mendapatkan masa depan yang lebih baik bisa tercapai. []

Advertisement
Advertisement